Reporter : Hendrik B
Editor : Taya
KENDARI – Usulan dua nama Wakil Walikota Kendari dari dua partai koalisi yakni istri mantan Walikota Kendari (Adriatma Dwi Putra,red), Siska Karina Imran dari Partai Amanat Nasional dan Rahman Tawulo dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hingga kini terus bergulir.
Ratusan masa aksi yang tergabung dalam Taman Pemuda dan Mahasiswa Tolaki (Tamalaki) berunjuk rasa di Kantor Walikota Kendari, Kamis (9/5/2019).
Mereka menuntut agar dua usulan nama tersebut diproses lebih cepat untuk pelantikan sebagai Wakil Walikota Kendari.
Baca Juga :
- Balai Bahasa Sultra Cari Generasi Muda untuk Duta Bahasa 2026
- Mayat Perempuan Ditemukan di Kawasan Eks MTQ Kendari, Polisi Selidiki Kasus
- Masjid Al-Alam Kendari Jadi Magnet Ngabuburit Warga saat Ramadan
- LAZIS MU’ADZ Gelar Ramadhan Kids Competition di The Park Kendari
- Wakapolda Sultra Hadiri Misa di Gereja St. Isidorus, Serahkan Bantuan dan Gelar Bakti Kesehatan
- Pertamina Siapkan Mudik Gratis MyPertamina untuk Masyarakat Sulawesi
Berdasarkan pantauan mediakendari.com, di lokasi unjuk rasa, masa meminta untuk bertemu Walikota Kendari, Sulkarnain, namun politisi PKS ini nampaknya belum menemui masa aksi.
Masa kemudian memaksa untuk masuk dalam kantor Walikota Kendari, namun dihadang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) yang berjaga di kantor Walikota. Aksi saling dorong pun tak terelakan hingga mengakibatkan kaca pintu masuk kantor Walikota pecah. Demonstran pun akhirnya berhasil masuk dalam kantor Walikota.
Pihak kepolisian juga turut berjaga dilokasi unjuk rasa untuk menghindari aksi yang tidak di inginkan.
Seperti yang diberitakan salah satu media online di Kendari penundaan proses pelantikan Wakil Walikota Kendari ini karena Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum merekomendasikan nama yang telah diusulkan oleh dua partai koalisinya.
“Penyerahan calon Wakil Walikota Kendari ke DPRD menunggu PKS merupakan partai koalisi yang memiliki hak yang sama dengan yang lain,” tegas Sulkarnain seperti yang dirilis oleh inilahsultra.com. (B)









