oleh

Nilai Ekspor Sultra Periode Agustus 2020 Alami Penurunan 31,19 Persen

Reporter : Ferito Julyadi

KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali merilis data terbaru terkait nilai ekspor dan impor Sultra periode Agustus 2020.

Dari data yang dihimpun BPS, tercatat nilai ekspor Sultar saat ini mengalami penurunan sebesar 31,19 persen dibandingkan periode sebelumnya (Juli 2020).

Melalui video converence by youtube, Kamis 1 Oktober 2020, Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti mengungkapkan nilai ekspor Sultra pada Agustus 2020 tercatat US$120,73 juta. Sedangkan periode sebelumnya US$178,03 juta.

Namun, dibandingkan dengan nilai ekspor Agustus 2019 yang tercatat US$111,99 juta nilai ekspor pada Agustus 2020 mengalami kenaikan lebih tinggi atau mengalami kenaikan sebesar 7,80 perse.

“Nilai ekspor periode Agustus 2020 lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai ekspor di tiga tahun terakhir,” ujar Agnes.

Total ekspor Sulawesi Tenggara selama Januari-Agustus 2020 mencapai 831,03 ribu ton atau senilai US$1.156,03 juta.

Meskipun nilai ekspor periode ini merupakan tertinggi, akan tetapi volume ekspor di Agustus 2020 yang paling rendah jika dibanding dengan ke dua tahun sebelumnya (2018 dan 2019).

Tercatat, volume ekspor Agustus 2018 sebesar 735,09 juta kg dan pada 2019 di periode yang sama sebesar 1106,25 juta kg. Sedangkan Agustus 2020, volume ekspor Sultra hanya mencapai 78,74 juta kg.

Agnes menjelaskan, ada dua sektor yang menjadi penyuplai untuk ekspor, yakni industri pengelohan dan pertanian.

Ia mengungkapkan sektor industri pengolahan masih menjadi sektor penyumbang tertinggi untuk nilai ekspor Sultra yakni US$120,65 juta atau sebesar 99,93 persen.

“Sektor pertanian hanya menyumbang US$0,08 juta atau sebesar 0,07 persen,” terangnya.

Tidak hanya itu, dari data yang pihaknya himpun, berdasarkan golongan barang utama, besi dan baja memberi andil sebesar 97,68 persen atau senilai US$117,92 juta untuk nilai ekspor Sultra periode Agustus 2020.

Sementara, volume ekspor Agustus 2020 tercatat 78,75 ribu ton atau mengalami penurunan sebesar 38,83 persen dibanding ekspor Juli 2020 yang tercatat 128,72 ribu ton dan negara Tiongkok masih tetap menjadi tujuan utama ekspor.

“Tiongkok masih menjadi negara tujuan terbesar untuk eskpor kita. Nilai ekspor Sultra untuk Tiongkok sebesar US$108,91 juta atau sekitar 90,21 persen,” pungkasnya.

Terkini