KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Jalanan Kota Kendari dipenuhi kendaraan dengan pelat nomor tak sesuai standar. Hal ini terungkap dalam pelaksanaan Operasi Patuh Anoa 2025 yang digelar oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara pada hari ke-12, Kamis (24/7/2025).
Petugas gabungan dari Ditlantas, Polisi Militer (POM) TNI, dan Dinas Perhubungan (Dishub) dikerahkan untuk menyisir pengendara roda dua dan empat di beberapa titik, termasuk kawasan padat lalu lintas di Jalan Laode Hadi Bypass, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari.
Operasi ini dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, Kombes Pol Dr. Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Wakil Direktur Lalu Lintas, AKBP Arif Irawan, S.H., S.I.K., M.H.
Dalam operasi tersebut, pelanggaran pelat nomor kendaraan menjadi temuan utama. Banyak pengendara menggunakan pelat yang tidak sesuai spesifikasi resmi dari kepolisian.
“Bagi pengendara yang menggunakan pelat tidak sesuai standar, kami berikan himbauan untuk segera menggantinya dengan pelat resmi yang dikeluarkan pihak kepolisian. Namun, bagi yang melanggar aturan lalu lintas lainnya, kami lakukan penilangan sesuai ketentuan,” tegas Kombes Pol Argowiyono.
Sebanyak 46 pelanggaran tercatat, terdiri dari 16 pelanggar dikenakan tilang, dan 30 lainnya diberikan teguran langsung di tempat.
Lebih lanjut, Dirlantas menjelaskan bahwa operasi ini bukan semata-mata untuk menindak pelanggar, tapi juga bertujuan membangun budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.
“Operasi ini juga bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat menekan potensi kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Selain melakukan penindakan, Ditlantas Polda Sultra juga membagikan helm kepada pengendara yang belum memenuhi standar keselamatan, sebagai bentuk kampanye keselamatan berkendara.
Salah satu pengendara yang terjaring razia, Nawir, mengaku mendukung pelaksanaan operasi ini.
“Kita juga kadang lalai berkendara, dengan adanya Operasi Patuh ini kita bisa lebih memperhatikan kesiapan guna keselamatan di jalan raya,” ungkapnya.
Operasi Patuh Anoa 2025 masih akan berlangsung hingga 14 hari ke depan, dan diharapkan mampu menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan minim kecelakaan di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.











