oleh

Pemda Koltim Terus Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Reporter : Jaspin
Editor : Kang Upi

TIRAWUTA – Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur terus meningkatkan kualitas pendidikan sebagai bagian pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk mendapatkan pendidikan yang berkuaitas, pihaknya mengharapkan adanya kerjsama antara guru, murid, dan orang tua.

Dikataknya Tony usai meresmikan Gedung Kantor SMPN 1 Tirawuta, Kamis (24/1/2019), bahwa untuk mendapatkan mutu pendidikan yaitu dengan cara bekerja keras. Selain itu kurikulum juga menjadi patokan.

“Salah satu kategori daerah berkembang, juga sangat berpengaruh pada segi pendidikannya. Jika mutu pendidikan baik dan berkualitas, maka tolak ukur daerah berkembang bisa ternilai,” tutur Tony.

Ia juga menjelaskan, jika pendidikan itu berbanding lurus dengan moral dan akhlak. Jika pendidikannya sudah baik, moralnya baik, maka otomatis akhlaknyan pun akan baik.

“Yang tidak kalah penting bagaimana guru juga harus memotivasi murid-muridnya agar mampu menjadi pribadi yang baik. Selain mengajarkan pelajaran, mungkin juga bisa mengajarkan sholat lima waktu,” ucapnya.

Dikesempatan yang sama, Kadis Dikmudora Koltim Surya Hutapea menyampaikan, tahun ini sudah tidak ada lagi sekolah yang tidak memiliki gedung kantor, sebab semuanya sudah direalisasikan melalui anggaran Kementrian Pendidikan.

Sehingga, kata dia, tolak ukur keberhasilan murid, dilihat dari bagaimana sekolah itu memperhatikan muridnya, dan juga tidak terlepas dari dukungan orang tua.

“Saat ini saya sudah menekankan agar kedisiplinan di sekolah-sekolah semakin ditingkatkan. Untuk SD dan SMP tidak diperkenankan membawa HP di sekolah. Sebab HP memang sangat rawan untuk anak sekolah untuk bermain HP disaat proses belajar mengajar berlanjut,” tegas Surya.

Selain itu juga Lanjut dia, kedisiplinan ini harus kontinyu dilaksanakan di sekolah. Selain itu juga di rumah, sebab kedisiplinan di rumah sangat perlu. Orang tua murid juga harusnya sangat berperan aktif terhadap anaknya.

Sebab kontrol terhadap anak sangat penting, untuk menghindarkan anak-anak kita dari pergaulan bebas diluar rumah dan sekolah.

“Pengawasan guru dan orang tua sangat penting sekali. Saat ini kasus yang terjadi seperti menghirup lem pox, pakai sabu-sabu, dan lain sebagainya telah banyak terjadi di lingkup sekolah dan lingkup luar sekolah,” ucapnya.

Untuk itu, istri Bupati Koltim ini berharap, kepada orang tua, masyarakat, kepolisian, dan pemerintah, agar bersama-sama mendukung dan menjaga anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, agar lebih baik lagi hingga menjadi anak yang berbakti terhadap guru orang tua dan bangsa indonesia ini.

Surya juga mengungakpkan, mulai tahun ini, untuk anak yang berkebutuhan khusus (stabilitas), tidak usah lagi mencari sekolah yang khusus. Karena semua sekolah di 12 kecamatan baik SD dan SMP sudah bisa terima di sekolah negeri khususnya di Koltim. Selain itu, juga telah terbuka sekolah model sebanyak 9 sekolah untuk SD, dan SMP 5 sekolah. (B)

Terkini