Reporter : Hendrik B
KENDARI – Pelaksanaan pembanguanan melalui program peningkatan kualitas kawasan perumahan dan pemukiman telah mengurangi luas kawasan kumuh di Kota Kendari. Saat ini pembangunan yang dilaksanakan mencapai 156,92 hektar (Ha)
Wali Kota Kendari, Zulkarnain mengatakan, luasan kawasan kumuh di Kota Kendari adalah 497,27 Ha dan masih menyisakan kawasan kumuh yang belum dibangun seluas 340,35 Ha.
“Jadi kita kurangi kawasan kumuh baru seluas 156,92 hektar di akhir tahun 2018,” ujar Zulkarnain saat membawakan sambutannya di Kelurahan Bungkutoko, Senin (7/10/2019).
Zulkarnain menuturkan, kawasan kumuh yang belum dibangun akan diselesaikan hingga 2022.
BACA JUGA :
- Raih Juara Dua Nasional, Maliqa Aurora Sukses Harumkan Nama Sultra di Ajang Supra Star Indonesia 2026 di Batam
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan Santunan bagi Anak Yatim dan Dhuafa Lintas Agama di Makassar
- Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Melalui Jalur Reguler Nasional, Tidak Ada Kuota Khusus maupun Titipan
“Kami menyadari bahwa Pemkot Kendari memiliki keterbatasan untuk menyelesaikan kawasan kumuh tanpa ada dukungan pembiayaan dari berbagai pihak dalam bentuk kolaborasi,”tuturnya.
Kata Zulkarnain, penataan perumahan dan pemukiman kumuh memiliki tantangan semakin kompleks dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, sehingga pihaknya mendorong penyelesaian kawasan kumuh melalui pendekatan infrastruktur.
“Sesuai dengan indikator kawasan kumuh, yaitu permasalahan rumah, jalan, dan permasalahan lingkungan berupa air minum, sanitasi, sampah, limbah, dan penanganan kebakaran,” katanya. (B)











