Reporter : Hendrik B
KENDARI – Pelaksanaan pembanguanan melalui program peningkatan kualitas kawasan perumahan dan pemukiman telah mengurangi luas kawasan kumuh di Kota Kendari. Saat ini pembangunan yang dilaksanakan mencapai 156,92 hektar (Ha)
Wali Kota Kendari, Zulkarnain mengatakan, luasan kawasan kumuh di Kota Kendari adalah 497,27 Ha dan masih menyisakan kawasan kumuh yang belum dibangun seluas 340,35 Ha.
“Jadi kita kurangi kawasan kumuh baru seluas 156,92 hektar di akhir tahun 2018,” ujar Zulkarnain saat membawakan sambutannya di Kelurahan Bungkutoko, Senin (7/10/2019).
Zulkarnain menuturkan, kawasan kumuh yang belum dibangun akan diselesaikan hingga 2022.
BACA JUGA :
- GERAK Sultra Bongkar Rp 9 T, Gubernur LIRA Lanjut Desak KPK Usut Dugaan Pencucian Uang Gubernur ASR
- Bobrok PT TMS Terus Terbongkar! Jual 14,4 Juta Ton Nikel di Kawasan Hutan, GERAK Sultra, Temuan BPK RI : Kerugian Negara Rp 9 T, Denda Rp 2,09 T Nunggak Rp 1,5 T
- Meriahkan Maulid dan HUT Kota Baubau ke-25, KKW-H Gelar Lomba Sholawat 24 Majelis Taklim
“Kami menyadari bahwa Pemkot Kendari memiliki keterbatasan untuk menyelesaikan kawasan kumuh tanpa ada dukungan pembiayaan dari berbagai pihak dalam bentuk kolaborasi,”tuturnya.
Kata Zulkarnain, penataan perumahan dan pemukiman kumuh memiliki tantangan semakin kompleks dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, sehingga pihaknya mendorong penyelesaian kawasan kumuh melalui pendekatan infrastruktur.
“Sesuai dengan indikator kawasan kumuh, yaitu permasalahan rumah, jalan, dan permasalahan lingkungan berupa air minum, sanitasi, sampah, limbah, dan penanganan kebakaran,” katanya. (B)











