Reporter: Hasrun
Editor: Taya
RUMBIA – Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Sektor Bombana menangkap JN (25) pria kelahiran Palopo di Kabupaten Kolaka, Kamis (21/11/2019).
JN ditangkap karena telah melakukan pencurian motor di Kelurahan Lameroro pada 7 November 2019. Sebelumnya, JN juga telah mencuri satu motor milik warga Desa Tunas Baru, Kecamatan Rarowatu Utara pada 2 November.
Kepala Kepolisian Resor Bombana, AKBP Herman mengatakan setelah medapatkan laporan tersebut, pihaknya mendengar kabar jika pelaku pencurian kendaraan berada di Kolaka.
“Atas informasi itu, kami menghubungi Polres Kolaka dan meminta bantuan penangkapan.Kemudian anggota buser bergerak ke Kolaka, bersama Buser Kolaka lalu berhasil JN kami tangkap pada 21 November 2019,”ujar Herman saat konferensi pers di Polres Bombana, Senin (25/11/2019).
Baca Juga :
- Cipta Kondisi Kamtibmas, Ditsamapta Polda Sultra Gelar Patroli Perintis dari Malam Hingga Pagi hari di Kendari
- Turun Langsung, Wakapolres Konsel Kompol Hartono Pantau Pilkades di Desa Kalo-Kalo Lainea, Pastikan 278 Pemilih Nyoblos Aman
- Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolda Sultra Blusukan Jumat Keliling di Korumba Kendari, Ajak Warga Bentengi Keluarga dari Narkoba dan Miras
- Box Culvert Tak Dirabat, Galian Masih Tergenang Air, Ampuh Sultra Bongkar Bobrok Proyek Drainase 24,6 M APBN di Kendari, PPK 2.2 dan Bos UD Maju Harus Diperiksa
- Ketua HIPTI Sultra Rusmin Abdul Gani Sentil Aturan Baru ESDM Bagus, Tapi Bisa Picu Konflik Pengusaha Lokal
- Bendahara PERADI Profesional Kendari Lawyer Iwan Dapat Penghargaan dari Direktur MEK TV Jafrun, Bongkar Anggaran Khusus Cetak Advokat Bermutu
HR (39) warga Tahi Ite yang berperan sebagai penada barang curian juga ikut ditangkap di rumahnya pada Jumat (23/11).
Dari tangan pelaku polisi mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor Jupiter MX milik warga Kelurahan Lameroro dan warga Desa Tunas Baru.
Atas perbuatannya, pelaku JN dijerat dengan pasal pencurian, yakni pasal 363 ayat (1) ke-4 subs pasal 362 KUHP.Sedangkan HR dijerat dengan pasal 480 ayat 1 KUHP dengan ancaman 7 Tahun penjara. (b)











