oleh

Pendapatan UMKM Menurun, Ini Upaya Kadin Kendari

Reporter: Ferito Julyadi / Editor: La Ode Adnan Irham

KENDARI – Di tengah pandemi Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) berbagai sektor terkena dampak, salah satunya ekonomi. Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) paling merasakan dampak.

Hal tersebut disampaikan langsung Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Kendari, Avianto Perdana Pagala saat bertindak sebagai bintang tamu dalam program Bincang Santai (BISA) Ramadan di MEK.TV, Senin 04 Mei 2020.

Ia menuturkan selama pendemik, omset bagi pelaku UMKM mengalami penurunan 80 hingga 90 persen.

“Tetapi tidak sampai menutup usahanya,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk Sulawesi Tenggara (Sultra), sekitar 900 pegawai dari 35 perusahaan telah dirumahkan tanpa digaji.

“Di kota Kendari sendiri, ada 23 perusahaan yang merumahkan karyawannya,” tambahnya.

Melihat permasalahan tersebut, Kadin Kendari membuat program Pasar Takjil di Lapangan Eks MTQ Kendari.

“Kami menyiapkan lapak bagi para penjual makanan siap saji, tanpa memungut biaya apapun. Ini merupakan program bulan ramadan, tetapi kami rencanakan program ini bisa terus dijalankan,” jelasnya.

Avi mengatakan, program tersebut merupakan salah satu upaya untuk tetap menghidupkan pendapatan UMKM di tengah pandemik Covid-19.

Syaratnya pun sangat mudah, cukup bermodalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sudah bisa mendapatkan fasilitas gerai untuk menjajakan produknya.

“Hasilnya pun menunjukan hal positif. Para pedagang mengatakan pendapatan mereka mulai mengalami peningkatan selama ramadan ini,” terangnya. (B)

Terkini