KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Sejumlah calon penumpang kapal malam di Pelabuhan Kendari mengeluhkan pelayanan tiket setelah tidak dapat menaiki kapal meskipun telah membeli tiket secara daring.
Peristiwa tersebut terjadi pada jadwal keberangkatan kapal sekitar pukul 21.00 WITA, Sabtu (14/3/2026). Saat para penumpang hendak memasuki kapal, akses dinyatakan telah ditutup karena kapasitas penumpang disebut sudah penuh.
Salah satu penumpang, Dewi Oktavia, mengaku telah melakukan pemesanan tiket secara online sejak pukul 14.00 WITA pada hari yang sama. Berdasarkan informasi yang tertera pada tiket, kapal dijadwalkan berangkat pada pukul 21.00 WITA sehingga ia bersama sejumlah penumpang lainnya memilih datang lebih awal ke pelabuhan.
“Kami tiba di pelabuhan sekitar pukul delapan lewat sedikit dan sudah melakukan penukaran tiket. Namun saat hendak masuk ke kapal, akses sudah ditutup,” ujarnya.
Menurut Dewi, beberapa penumpang yang telah membeli tiket dengan nomor kursi justru tidak diperbolehkan naik ke kapal. Ia menduga kondisi tersebut terjadi karena kapal telah dipenuhi oleh penumpang yang menggunakan tiket tanpa kursi atau non-seat.
“Yang kami pertanyakan, siapa yang duduk di kursi kami. Kami sudah membeli tiket lengkap dengan nomor seat, tetapi tidak bisa naik karena katanya kapal sudah penuh,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa para penumpang sempat menunggu penjelasan dari pihak loket penjualan tiket selama lebih dari satu jam. Namun menurutnya, solusi yang diberikan hanya berupa tawaran pengembalian biaya tiket.
“Kami menunggu cukup lama, sekitar satu jam lebih. Pihak loket hanya menyampaikan bahwa uang tiket akan dikembalikan. Padahal persoalannya bukan sekadar uang, tetapi waktu kami yang terbuang,” jelasnya.
Dewi menilai peristiwa tersebut kemungkinan terjadi akibat kurangnya koordinasi antara pihak loket penjualan tiket dengan pihak operator kapal, sehingga jumlah penumpang yang naik tidak sesuai dengan data tiket yang telah terjual.
Ia berharap kejadian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait agar pelayanan kepada penumpang dapat diperbaiki di masa mendatang.
“Harapannya tentu ada evaluasi dari pihak loket dan operator kapal agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, karena yang dirugikan adalah penumpang,” tutupnya.
Penulis: Nurfadila











