KENDARIMETRO KOTAPEMPROV

Peringatan HDI 2025, Pemprov Sultra Gaungkan Inklusi dan Penghapusan Diskriminasi Anak Berkebutuhan Khusus

584
×

Peringatan HDI 2025, Pemprov Sultra Gaungkan Inklusi dan Penghapusan Diskriminasi Anak Berkebutuhan Khusus

Sebarkan artikel ini
Acara resmi dibuka pada Rabu (3/12/2025) oleh Sekretaris Daerah Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., mewakili Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

KENDARI, MEDIAKENDARI.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan setara bagi penyandang disabilitas.

Hal ini ditunjukkan melalui peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 yang digelar selama tiga hari, dipusatkan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra.

Acara resmi dibuka pada Rabu (3/12/2025) oleh Sekretaris Daerah Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., mewakili Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka. Dalam sambutannya, Sekda menggaungkan pesan utama HDI tahun ini: “Inklusi untuk Semua, Hapus Stigma untuk Masa Depan Setara.”

Asrun Lio menegaskan bahwa penyandang disabilitas, khususnya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), harus memperoleh ruang yang sama dalam pendidikan, kesempatan berkarya, dan kehidupan sosial. Menurutnya, stigma dan diskriminasi masih kerap muncul sehingga perlu terus dilawan melalui edukasi dan gerakan bersama.

“Masyarakat harus memahami bahwa anak-anak kita ini punya potensi luar biasa. Tugas kita adalah menghapus stigma, menguatkan dukungan, dan memastikan mereka mendapat hak yang sama seperti anak lainnya,” ucapnya.

Usai pembukaan, Sekda meninjau pameran keterampilan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Sultra yang menampilkan berbagai hasil karya seperti kerajinan tangan, seni lukis, hingga makanan khas daerah. Ia menyampaikan kekagumannya terhadap kreativitas dan semangat belajar para siswa.

“Kualitas karya mereka sangat membanggakan. Anak-anak penyandang disabilitas mampu menghasilkan produk kreatif yang punya nilai jual dan sarat kearifan lokal. Ini bukti nyata bahwa mereka berdaya dan bisa bersaing,” ungkapnya.

Asrun Lio berharap karya tersebut dapat menjadi pintu bagi peserta didik SLB untuk mandiri secara ekonomi di masa depan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Aris Badara, S.Pd., M.Pd., turut menekankan bahwa inklusi tidak hanya soal fasilitas fisik, tetapi juga cara berpikir masyarakat, sekolah, dan pemerintah dalam memperlakukan penyandang disabilitas.

 

“Pendidikan inklusif harus menjadi ruang aman bagi ABK. Di sana mereka dihargai, diberi kesempatan berkembang, dan didukung untuk menemukan potensi terbaiknya,” kata Aris Badara.

Ia menambahkan bahwa momentum HDI harus dimanfaatkan sebagai pengingat bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

Peringatan HDI 2025 di Sultra menjadi pengingat bahwa inklusi bukan sekadar tema tahunan, tetapi gerakan berkelanjutan.

Pemerintah berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin terbuka dalam menerima dan mendukung ABK tanpa diskriminasi.

Dengan semangat “Inklusi untuk Semua,” Pemprov Sultra menegaskan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak atas pendidikan, kesempatan, dan masa depan yang setara.

Laporan: Yoni

You cannot copy content of this page