oleh

Persentase Ekspor Sultra pada Desember 2017 Meningkat Sebesar 73,75 Persen

KENDARI – Berdasarkan rilis data yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), persentase ekspor Sultra pada bulan Desember mencapai US$ 61,63 juta (Dolar Amerika) dan mengalami peningkatan sebesar 73,75 persen dibanding November sebesar US$ 35,47 juta.[sg_popup id=”8″ event=”onload”][/sg_popup]

Namun, jika dibandingkan dengan Desember 2016, ekspor Sultra sebesar US$ 45,37 juta atau mengalami kenaikan cukup tinggi yakni sebesar 35,84 persen, dimana pada Desember 2017 sebesar US$ 61,63 juta.

“Persentase pangsa pasar Januari sampai Desember 2017 yakni 81,73 persen dan yang terbesar itu pertama Tiongkok US$ 166,11 juta (43,37 persen), kemudian yang kedua India US$ 85,81 juta (22,41 persen) dan yang ketiga Korea Selatan US$ 61,07 juta (15,95 persen),” ungkap Atqo di aula BPS Sultra, Jumat (02/02/2018).

Dijelaskannya, share terbesar untuk total ekspor Januari hingga Desember 2017 yakni besi dan baja sebesar US$ 260,15 juta (67,93 persen). Menyusul biji logam, perak dan abu sebesar US$ 79,57 juta (20,78 persen).

Sementara itu, nilai impor Sultra pada Bulan Desember 2017 sebesar US$ 61,29 juta dibanding November 2017 sebesar US$72,57 Juta, sehingga mengalami penurunan sebesar 15,54 persen. Namun masih mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Desember 2016 sebesar US$ 58,55 juta.

Atqo juga menuturkan, ada tiga negara andalan Sultra sebagai negara pengimpor di Desember 2017 diantaranya Tiongkok US$382,16 juta (48,67 persen), kemudian Singapura US$276,85 juta (35,26 persen) dan Malaysia US$54,77 juta (6,98 persen).

“Total impor Januari sampai Desember 2017 sebesar US$ 785,21 juta naik 91,87 persen (y-o-y). Share terbesar komoditas impor didominasi bahan bakar mineral sebesar 374,47 juta (47,69 persen), mesin dan pesawat mekanik US$ 196,54 juta ( 25,03 persen),” cetusnya.

“Untuk neraca perdagangan Desember 2017 lebih banyak ekspor dibandingkan impor sehingga mengalami surplus sebesar US$ 0,34 juta. Tetapi neraca perdagangan Januari sampai Desember 2017 tetap lebih banyak impor sebesar US$ 785,21 juta sedangkan Ekspor US$ 382,96 juta sehingga defisit semuanya sebesar US$ 402,25 juta,” pungkasnya.

Reporter: Waty
Editor: Kardin

Terkini