Reporter : Kardin
Editor : Kang Upi
KENDARI – Polemik siapa yang bakal mendampingi Sulkarnain Kadir sebagai Wakil Wali (Wawali) Kota Kendari mendapat tanggapan dari Pengamat Tatanegara, Dr. La Ode Bariun, SH.,MH.
Menurut Bariun, dengan dibukanya penjaringan Wawali oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), maka ia mengindikasikan bahwa PKS terlampau ambisi terkait kekuasaan di Kota Lulo.
Katanya, sesuai dengan komitmen awal diantara tiga Partai Koalisi, yakni PAN sebagai Wali Kota dan PKS untuk Wakil Wali Kota sementara PKB tidak mendapat kursi, mengingat sebagai Partai minoritas dalam koalisi.
BACA JUGA :
- Masa Jabatan Berakhir, Kini Nurnining Ditunjuk Jadi Plt Ketua DPD II Golkar Konawe, Siap Gelar Musda
- Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Dilaporkan ke KPK! Diduga Terima Aliran Dana Tambang Rp 2,09 Triliun PT TMS
- Golkar Konawe Buka Pintu untuk Semua Kader, Termasuk Purnama Saboli, Musda Tunggu Jadwal Resmi DPD I Golkar Sultra
- Dua Tahun Gubernur ASR Memimpin Sultra, FPKPK Soroti Kinerja Pemerintahan
- LIRA Desak Kejati Telusuri Dugaan Dana Pilkada Gubernur Sultra ASR dari PT TMS, Soroti Denda Rp2,09 Triliun
- Kejati Sultra Soroti Tambang Pulau Pulau, Sugeng: Kita Cek dan Verifikasi
“Setelah PKS yang jadi Wali Kota sekarang harusnya berjiwa besar dong menyerahkan posisi Wakil ke PAN dan PKB, bukan malah ikut membuka penjaringan. Serakah itu namanya dan tidak punya etika politik,” ujar Bariun saat ditemui di kediamannya, Kamis (16/5/2019).
Terlebih kata Direktur Pasca Sarjana Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) itu, dengan perolehan 7 kursi di Dewan maka dipastikan PKS bakal menduduki Ketua DPRD Kota Kendari.
Lebih lanjut jelasnya, jika dari PKS semua yang menduduki jabatan Politik tersebut, Bariun khawatir bahwa stabilitas Pemerintahan di Kota Kendari ke depan tidak akan baik.
“Sekarang Wali Kota dari PKS, Ketua DPRD Kendari nanti dari PKS. Kalau Wakilnya nanti juga dari PKS, bisa saja kan kalau disebut buat dinasti di Kendari,” cetusnya. (A)











