Prof. Takdir Saili Terpilih sebagai Rektor UHO, Wamen Fauzan Tekankan Kampus Harus Berdampak
KENDARI, Mediakendari.com — Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si. terpilih sebagai Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) setelah memperoleh 42 suara dalam pemilihan yang diselenggarakan Senat UHO di Gedung Rektorat UHO, Selasa (13/10/2026).
Pemilihan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut berlangsung dengan pengamanan dari aparat kepolisian, TNI, dan satuan pengamanan kampus. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.
Proses pemilihan menggunakan sistem gabungan suara, dengan komposisi 65 persen suara Senat UHO dan 35 persen suara dari perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dalam pemilihan tersebut, Prof. Takdir Saili memperoleh 42 suara. Sementara itu, kandidat lainnya, Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si. memperoleh 18 suara dan Dr. Herman, S.H., LL.M. memperoleh 13 suara.

Usai pelaksanaan pemilihan, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menyampaikan bahwa pemilihan rektor merupakan bagian dari siklus organisasi perguruan tinggi yang berlangsung secara berkala.
Menurutnya, proses pemilihan merupakan bagian dari mekanisme organisasi, sedangkan tantangan yang lebih besar terletak pada kinerja rektor terpilih dalam membawa perguruan tinggi menghadapi berbagai persoalan ke depan.
“Ini sebenarnya adalah satu ritual organisasi, hal yang biasa. Jadi yang substantif justru, yang menantang justru berada pada kinerja,” ujar Fauzan kepada awak media.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pemilihan Rektor UHO yang dinilainya berjalan lancar di bawah kepemimpinan Ketua Senat.
Lebih lanjut, Fauzan menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kampus tidak boleh hanya berfokus pada aktivitas akademik di lingkungan internal, tetapi juga harus terlibat langsung dalam menjawab berbagai persoalan sosial.
“Membawa perguruan tinggi berdampak. Artinya perguruan tinggi harus turun gunung, perguruan tinggi tidak boleh berada dalam menara gading, tetapi harus menjadi entitas sosial,” katanya.
Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu tantangan penting bagi pimpinan perguruan tinggi dalam menjalankan kepemimpinannya.
“Perguruan tinggi harus menjawab problem-problem riil yang terjadi di masyarakat, itulah sebenarnya tantangan yang harus dilakukan,” tambahnya.
Sebelum terpilih sebagai Rektor UHO, Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si. telah memaparkan visi kepemimpinannya, yakni mewujudkan Universitas Halu Oleo sebagai pusat unggulan pendidikan, riset, dan inovasi berbasis kearifan serta sumber daya lokal yang berdaya saing global untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir, kelautan, dan pedesaan.
Laporan : Tim Redaksi.









