Reporter : Hasrun
Editor : Kang Upi
KASIPUTE – Ratusan warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Bombana, mendatangi Kantor Kesatuan Pengeloloaan Hutan (KPH) Unit 10 Tina Orima Bombana, Senin (18/3/2019). Warga mendatangi Kantor KPH menuntut penjelasan pola kemitraan dengan PT JBM.
Pasalnya, akibat kerjasama Pemda Bombana dan PT. JBM yang menguasai 20 ribu hektar lahan di Desa Watu-Watu, Kecamatan Lantari Jaya, warga setempat kehilangan kawasan untuk penggembalaan ternak.
Baca Juga :
- SRIKANDI AMBA SULTRA Resmi Diluncurkan, Wadah Konsolidasi dan Sosialisasi Kelembagaan di Sulawesi Tenggara
- Tambang Ilegal Bombana Berdarah, Ketua Oasis Sultra Murka: Jangan Ada yang Dilindungi
- Aksi Bersenjata di Area Tambang Bombana, Oknum Brimob Diperiksa Propam
- HUT ke-22 Bombana Jadi Momentum Penguatan Sinergi Provinsi dan Kabupaten
- HUT ke-22 Kabupaten Bombana, Karnaval Budaya Jadi Panggung Persatuan dalam Keberagaman
- 22 Kecamatan Meriahkan Defile HUT Bombana, Porseni Resmi Dibuka dengan Nuansa Kebudayaan
Koordinator Aksi,Yudi Utama Arsyad menilai hadirnya PT. Jhonlin Batu Mandiri di wilayah Bombana, merugikan masyarakat, khusunya para peternak sapi. Sebab, lahan pengembalan nyaris tidak ada lagi karena dikuasai perusahaan tersebut.
“PT. Jhonlin hampir menguasai seluruh wilayah tempat ternak,” ujaranya di depan Kantor KPH Bombana.
Untuk itu warga yang menamakan diri Koalisi Pejuang Keadilan (KPK) Bombana ini meminta kejelasan pada KPHP Bombana, untuk memberikan penjelasan terkait lahan yang kini dikelola perusahaan.
“KPHP Bombana mementingkan masyarakat Bombana, atau melindungi kepentingan PT. Jhonlin Batu Mandiri,” pungkasnya. (A)











