DAERAHKONAWE KEPULAUANPOLITIK

Pulau Wawonii Nikmati Kemerdekaan Ganda, Lepas dari Luka Tambang Ilegal

3831
×

Pulau Wawonii Nikmati Kemerdekaan Ganda, Lepas dari Luka Tambang Ilegal

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Konkep, Sahidin.

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 menjadi momen istimewa bagi masyarakat Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).

Selain merayakan kemerdekaan bangsa dari penjajahan, warga juga merasakan kebebasan dari luka panjang akibat keberadaan tambang ilegal yang merusak lingkungan dan mengancam ruang hidup mereka.

Wakil Ketua DPRD Konkep, Sahidin, menyebut momentum kemerdekaan tahun ini terasa spesial.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Wawonii, khususnya di Kecamatan Wawonii Tenggara, kini merasakan kemerdekaan sejati setelah berhasil menghentikan aktivitas PT Gema Kreasi Perdana (GKP).

“Karena masyarakat berhasil mengusir tambang ilegal dan melepaskan diri dari belenggu penjajahan PT Gema Kreasi Perdana. Ini kemerdekaan sesungguhnya,” tegas Sahidin.

PT GKP menghentikan operasionalnya sejak awal Mei 2025, setelah enam tahun beraktivitas sejak 2019.

Penghentian tersebut menyusul pencabutan izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) oleh Kementerian Kehutanan pada 19 Mei 2025.

Meski tak lagi beroperasi, perusahaan yang merupakan anak usaha Harita Group itu diminta melakukan pemulihan lingkungan dan reklamasi pascatambang.

Sahidin menilai, penghentian aktivitas hingga perusahaan meninggalkan Wawonii merupakan hasil dari perjuangan panjang melawan ketidakadilan, kriminalisasi, dan penindasan atas nama pembangunan.

“Kemerdekaan melawan penjajahan tambang ilegal di Pulau Wawonii ini harus dinikmati, terlebih di momen kemerdekaan Indonesia ke-80 tahun,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman serupa di masa depan.

“Tetap nyalakan api-api perlawanan. Sebab, perjuangan kita belum usai. Tapi mari menikmati secercah kemerdekaan apalagi di momen HUT ke 80 RI,” tandasnya.

 

 

 

You cannot copy content of this page