Reporter: Hardiki
Editor: Kang Upi
KENDARI – Putra mahkota kerajaan La Iwoi, Anakia Endry Irwan Tekaka menilai, Kota Kendari sebagai Miniatur Indonesia, karena menampung banyak etnis dari berbagai kebudayan.
Hal ini diungkapkan Anakia Endry Irwan Tekaka dalam ‘Ngobrol Pintar’ yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Kedai Kopi Tungku, Jumat (15/11/2019).
Dengan kekayaan lintas budaya ini, diharapkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Kendari bisa menjadikannya sebagai kekayaan daerah, sebagai bagian dari pengembangan wisata.
BACA JUGA:
- Epson Indonesia Resmikan Solution Center di Surabaya, Perluas Akses Teknologi bagi Pelanggan Jawa Timur
- Epson Perkenalkan Solusi Printing Hemat Energi dan Ramah Lingkungan untuk Bisnis
- Perum Bulog dan Pemerintah Konawe Salurkan Bantuan Pangan kepada Masyarakat Miskin
“Kota Kendari miniatur Indonesia karena berbagai rumpun bangsa hadir bertempat tinggal di Kota Kendari, dan tetap merekat pada budaya yang di bawanya,” ungkap Anakia Endry Irwan Tekaka.
Anakia yang hadir mewakili Rumpun Keluarga Masyarakat Budaya Tolaki Sulawesi Tenggara menuturkan, beberapa kegiatan yang digelar Budpar Kota Kendari, menghadirikan perwakilan dari berbagai kebudayan di Indonesia.
Adapun etnis budaya tersebut seperti Tolaki, Buton, Muna, Moronene, Wakatobi, kemudian etnis Jawa, dari NTT, Sumatera, Kalimantan, Bali, Toraja dan berbagai etnis lainnya.
“Dari budaya ini sehingga anak-anak mereka sudah lahir di Kendari, jadi ketika mereka ditanya, mereka tetap orang Kendari yang bersuku budaya yang dibawanya oleh orangtuanya mereka,” jelasnya. (B)











