Reporter: Rahmat R
Editor: La Ode Adnan Irham
JAKARTA – Tokoh Pemuda Muna, Muhammad Rahim, menyebut permintaan Rajiun Center agar Pemda Kabupaten Muna mencari perusak baliho LM Rajiun, dianggap keliru.
“Saya kira Rajiun Center itu sudah salah alamat, dan banyak-banyaklah membaca dan belajar tentang aturan,” kata Rahim via WhatsApp, Rabu (27/11/2019).
Rahim meminta Rajiun Center tidak memprovokasi suasana damai di Kabupaten Muna saat ini, yang pasca Pilpres lalu sudah kembali tenang.
Menurut mantan Ketua HMJ Ilmu Komunikasi FISIP UHO ini, persoalan perusakan baliho lebih baik diserahkan ke polisi.
“Kami menduga baliho tersebut dirusak mereka sendiri. Justru kami menduga jangan-jangan seperti kata pepatah, maling teriak maling. Cobalah berikan pendidikan politik yang baik kepada rakyat,” kata Politikus Muda Golkar ini.
BACA JUGA:
- Raih Juara Dua Nasional, Maliqa Aurora Sukses Harumkan Nama Sultra di Ajang Supra Star Indonesia 2026 di Batam
- Pencemaran Industri di Morosi Rugikan Warga Hingga Rp35 Miliar
- Kajati Sultra Selesaikan Ujian Akhir Sespimti Polri, Usung Strategi Penyelesaian Perkara SDA Berbasis Pemulihan Aset
Ia menegaskan, pemilihan kepala daerah tujuannya mencari pemimpin yang serius mengabdi kepada rakyat, bukan mengejar kekuasan.
Sebelumnya diberitakan MEDIAKENDARI.com, Rajiun Center melalui Sekretarisnya, Laode Agus Salim meminta Pemerintah Kabupaten Muna menyelesaikan kasus perusakan baliho bakal calon Bupati Muna, Laode Muhammad Rajiun Tumada.
Penyelesaian tersebut, kata Agus, yakni dengan membantu mencari dan mengungkap pelaku perusakan. Menurutnya, perusakan itu menggambarkan ketidakdewasaan berpolitik, khususnya terkait Pilkada Muna tahun 2020 mendatang.
“Kejadian ini kita sesalkan dan sayangkan, tindakan ini karena ada yang panik dengan hadirnya Raji’un di Muna induk,” kata Agus saat dikonfirmasi via WhatsApp, Rabu (27/11/2019). (B)











