DAERAHKONAWE SELATAN

Rumah Warga Dibakar, IPMA Konsel Nilai Kapolres Gagal Total Jaga Keamanan

191
×

Rumah Warga Dibakar, IPMA Konsel Nilai Kapolres Gagal Total Jaga Keamanan

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum IPMA Konsel, Apriansyah.

KONAWE SELATAN, MEDIAKENDARI.com – Ikatan Pemuda Mahasiswa Konawe Selatan (IPMA Konsel) melontarkan kritik keras terhadap kinerja Kapolres Konawe Selatan yang dinilai gagal total dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam menangani konflik antara warga Kecamatan Angata dan PT Marketindo Selaras.

Ketua Umum IPMA Konsel, Apriansyah, menyebut aparat kepolisian lalai karena membiarkan konflik berkembang hingga berujung pada aksi pengrusakan dan pembakaran rumah warga, bahkan terjadi di hadapan aparat keamanan.

“Ini adalah kegagalan total. Rumah warga dibakar, kekerasan terjadi, bahkan ada korban luka akibat pembacokan. Semua itu berlangsung saat aparat berada di lokasi. Kehadiran polisi seharusnya mencegah konflik, bukan membiarkannya,” tegas Apriansyah, Selasa (4/2/2026).

Menurutnya, situasi semakin memprihatinkan setelah beredar foto yang memperlihatkan adanya anggota kepolisian bersama pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengrusakan sebelum kejadian berlangsung. Namun, tidak terlihat adanya langkah pencegahan untuk menghindari pecahnya kekerasan.

“Alih-alih meredam, konflik justru dibiarkan meledak. Ini membuktikan bahwa kepemimpinan Kapolres Konawe Selatan telah gagal menjalankan fungsi utama kepolisian sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” ujarnya.

IPMA Konsel menilai kegagalan tersebut bukan hanya bersifat teknis, melainkan mencerminkan lemahnya kepemimpinan dan sistem pengamanan yang membahayakan keselamatan warga.

“Atas dasar itu, kami menuntut Kapolres Konawe Selatan segera mundur atau dicopot oleh Kapolda Sulawesi Tenggara maupun Kapolri. Jabatan kepolisian bukan tempat berlindung bagi kegagalan,” kata Apriansyah.

Ia juga menegaskan bahwa jika tuntutan tersebut diabaikan, IPMA Konsel siap menggerakkan konsolidasi mahasiswa dan masyarakat untuk menggelar aksi besar-besaran sebagai bentuk tekanan moral dan kontrol publik.

“Kami tidak akan diam. Rumah warga dibakar, darah mengalir, dan keselamatan rakyat tidak boleh dikorbankan demi mempertahankan seorang Kapolres yang gagal menjalankan tugasnya,” tutupnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak MEDIAKENDARI.com masih berupaya menghubungi Kapolres Konawe Selatan dan jajaran Polres Konawe Selatan untuk memperoleh klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut. (C)

Laporan: Ahmad Mubarak

You cannot copy content of this page