oleh

Selain Kembangkan Tenun Khas Wakatobi, Bekraf Juga Bakal Siapkan Kopicon

WANGSEL – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia (RI) setelah menandatangani kerjasama Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Wakatobi, pada Senin 5 Maret 2018, sebagai langkah awal, akan mengembangkan Tenun Khas Wakatobi sekaligus pemasaranya melalui Koperasi Icon (Kopicon).

Karena tenun merupakan salah satu Ikon Kabupaten Wakatobi yang telah ada, Stering Comite (SC) Inovativ dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON), Dina Midiani yang juga sebagai ketua pendampingan masyarakat dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Wakatobi, mengatakan akan mengembangkan potensi tersebut, sehingga menarik dan mempunyai daya beli dan jual yang tinggi.

“Salah satunya adalah tenun yang sudah ada, gimana caranya supaya bisa punya daya tarik yang menarik dan punya daya jual, daya beli yang tinggi, sehingga para wisatawan yang berkunjung itu akan mencari tenun itu,” ungkap Dina Midiani saat diwawancarai di gedung pesangrahan WangiWangi Selatan (Wangsel).

Lebih lanjut Dina menjelaskan, dalam pendampingan tersebut akan diajarkan untuk lebih pengembangan tenun.

Ia mencontohkan, dari sarung tenun dikembangkan menjadi baju, dan lain sebagainya.

“kita akan kembangkan tenun misalnya, dari produk tenun itu sendiri dikembangkan menjadi sarung, misalnya dan lain-lainya. Kita akan ajarkan sederhana saja dulu, jadi apa yang mereka miliki itu yang akan kita kembangkan,” terang Dina.

Mengenai pemasaran Ikon yang akan dikembangkan, Dian mengatakan akan ada yang namanya Kopicon (Koperasi Icon) sebagai tempat pemasaran dengan melalui pameran atau sosial media (Pemasaran Online).

“Oleh karena itu yang harus kita siapkan adalah itu (Kopicon) jangan sampai sudah dipromosikan ketika ada orderanya, kita tidak mampu, karena itu juga Bekraf akan mendampingi lagi dengan pelatihan atau Bimbingan tekhnik,” tutup Dian Midiani.

Reporter: Syaiful
Editor: Kardin

Terkini