Selama Ini Pedagang Pasar Basah Mandonga Rupanya Menangani Kerusakan Fasilitas Secara Mandiri

NEWS164 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Pedagang Pasar Basah Mandonga Kendari puluhan tahun berdagang atasi banjir hingga kerusakan tanpa bantuan pihak pengelola.

Hal ini disampaikan oleh salah seorang pedagang di Pasar Basah Mandonga, Wayafo. Dia mengaku selama 25 tahun berdagang di pasar tersebut, setiap kerusakan bangunan maupun fasilitas, hingga ketika terjadi banjir selalu ditangani sendiri atau mandiri oleh para pedagang. Padahal menurutnya para pedagang telah melakukan kewajibannya dengan membayar iuran.

“Seperti pasang lampu ya pedagang sendiri, kalau ada kerusakan pedagang juga yang rehab. Sering kena banjir, kapan sudah full air got dan terlambat dihisap mesin, itu merambat ke basement. Jadi satu pasar kena, tempat saya ini korban banjir, saya sendiri beli semen pasir sampai tiga kali saya menimbun, kalau tidak begitu tidak hidup kita di pasar,” ungkapnya.

Bukan hanya Wayafo, hal serupa juga di rasakan oleh pedagang lainnya, Rosmini. Bahkan ia mengaku kondisi pasar yang tidak memadai juga membuat para pedagang menjadi rugi karena pembeli tidak banyak yang masuk ke dalam pasar.

Saat mendengar pengelolaan akan diambil alih Pemerintah Kota, ia pun menyetujui hal itu. Pasalnya selama pengelolaan oleh pihak swasta dalam hal ini PT Kurnia, selalu mengambil keputusan secara sepihak dan tidak pernah melibatkan pedagang.

“Kalau pemerintahkan pasti ambil juga pendapat pedagang, tidak mungkin mau ambil keputusan sewenang-wenang. Selama ini kalau ada keluhan tidak bisa mengeluh, kalau ada sesuatu yang terjadi paling hanya sesama pedagang kita berembuk,” katanya.

Dia mengaharapkan jika pemerintah benar-benar akan mengelola pasar tersebut, proses pengelolaannya lebih baik dari PT Kurnia atau bahkan harga sewa dapat diturunkan.

“Kita harapkan juga pemerintah mengatasi pasar-pasar ilegal, sehingga semua pedagang berkumpul di pasar yang disediakan pemerintah,” harapnya.

Rosmini juga mengaku merindukan pengelolaan yang pernah dilakukan oleh Pemerintah Kota Kendari sebelum diambil alih oleh pihak swasta.

“Karenakan sudah ada pengalaman yang dulu saat pemerintah yang kelola pasar mandonga, baik-baik kita menjual. Setuju dong, masa lebih setuju swasta daripada pemerintah. Jelas lebih setuju dikelola pemerintah,” tutupnya.

Reporter: Dila Aidzin