oleh

September 2022 Nilai Tukar Petani Sultra Turun 0,75 persen

-NEWS-492 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada September 2022 tercatat 99,68 atau mengalami penurunan sebesar 0,75 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 100,43.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat, NTP masing-masing subsektor tercatat sebagai berikut diantaranya Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) 96,03, Subsektor Hortikultura (NTPH) 111,05, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 96,36, Subsektor Peternakan (NTPT) 109,26 dan Subsektor Perikanan (NTNP) 105,43.

Sedangkan Indeks NTP Nasional sebesar 106,82 atau naik sebesar 0,49 persen dari bulan sebelumnya sebesar 106,31.

Baca Juga : Stok Beras Aman, Bulog Sultra Klaim 9.100 Ton Beras Tersimpan

Statistisi Ahli Madya selaku Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sultra, Muh Amin mengatakan, penurunan NTP dikarenakan kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 0,15 persen, lebih rendah jika dibandingkan dengan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,91 persen.

“Pada September 2022, secara nasional 19 provinsi mengalami kenaikan NTP, sedangkan 15 Provinsi lainnya mengalami penurunan NTP. Kenaikan tertinggi tercatat di Provinsi Sulawesi Barat yaitu sebesar 6,20 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 6,24 persen,” bebernya Sabtu 8 Oktober 2022.

Baca Juga : Per Agustus Transportasi di Sultra Alami Penurunan, Berikut Datanya

Sementara Pada September 2022 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Sulawesi Tenggara sebesar 0,25 persen, yang disebabkan oleh kenaikan nilai indeks.

“Dan ini terjadi pada hampir semua kelompok pengeluaran khususnya kelompok pengeluaran transportasi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Nilai tukar petani merupakan rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga, yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Nilai tukar petani merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani.

Reporter: Sardin.D