Reporter : Hasrun
RUMBIA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bombana menyebut hutan di 22 Kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Bombana pernah terbakar, pada beberapa waktu lalu.
“Dari 22 Kecamatan, hanya hutan di Kecamatan Masaloka Raya yang belum pernah kebakaran,” kata Kepala BPBD Bombana H.Andi Syarifuddin.
Hal itu disampaikan H.Andi Syarifuddin dalam Rakor Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar di Aula Rekonfu Polres Bombana, Senin (12/8/2019).
Menurutnya, 99 persen peristiwa Karhutla di Bombana disebabkan aktivitas manusia baik di sengaja maupun tidak. Salah satunya, kata Andi, masyarakat yang mengolah hutan dengan cara menebang lalu membakar.
BACA JUGA :
- PNS di Bombana Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya
- Ketua Umum OASIS Sultra Soroti Penanganan Aksi di Bombana, Minta Evaluasi
- Penanganan Aksi di Bombana Dipersoalkan, Okri Soroti Sikap Kapolres
- Kapolres Bombana Turun Langsung Tangani Aksi Unjuk Rasa Soal RTRW dan WPR
- Kapolda Sultra dan Ketua DPRD Kunker ke Bombana, Pastikan Kamtibmas Kondusif Jelang Ramadan
- SRIKANDI AMBA SULTRA Resmi Diluncurkan, Wadah Konsolidasi dan Sosialisasi Kelembagaan di Sulawesi Tenggara
“Masyarakat jangan mengolah hutan lindung, karna itu pelanggaran besar, apalagi mengolah hutan dengan menebang lalu membakar dapat memicu kebakaran hutan,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, akibat Karhutla yang terjadi di wilayah Bombana berdampak pada banyak sektor, salah satunya di sektor ekonomi masyarakat dan aktivitas sehari-hari yang terhambat.
“Secara ekonomi, apa bila terjadi kebakaran di hutan akan berdampak pada aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari tentu ekonomi juga terhambat,” pungkasnya.
Rakor ini juga dihadiri jajaran Polres Bombana, BKSDA Rawa Aopa, OPD Bombana, Pubung 1413 Buton, Kapolsek se-Bombana dan Tim Manggala Agni Rawa Aopa. (A)











