Reporter : Ardilan
Editor : Taya
BAUBAU – Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Aswad ingin agar seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Baubau kedepannya sudah memiliki fasilitas sekolah yang lengkap.
Menurut dia, rencana melengkapi fasilitas sekolah erat kaitannya dengan sistem zonasi yang kembali mulai berlaku pada tahun ajaran akademik 2019/2020.
Aswad menilai, jika setiap SMP di daerah Eks pusat Kesultanan Buton ini punya fasilitas lengkap, maka sistem zonasi yang merupakan kebijakan Pemerintah Pusat itu tak lagi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan yang ada di setiap daerah khususnya di Baubau.
BACA JUGA :
- Usai Sertijab, Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono akan Perkuat Sinergi dengan Masyarakat
- Kasus Korupsi dan Praktik Ilegal di Konawe, Ini Target Kerja Kapolres Edi Raharjono
- SATGAS Sumberdaya LAT Sultra Rangkul Media Lokal untuk Mensosialisasikan Kegiatan LAT
- Kapolda Sultra Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Sejumlah Kapolres, Termasuk Kapolres Konawe Kepulauan
- Kasi Intel Kejari Konsel dapat Penghargaan dari Komisaris MEK TV Fenny Anggarainy Sudirman
- Perkuat Sinergi Dengan Forkopimda, Kapolda Sultra Jalin Silaturahmi ke DPRD Sultra
“Fasilitas yang saya maksud adalah sarana prasarana seperti gedung sekolah harus diperbaiki, perlengkapan penunjang pendidikannya kita harus tambah. Misalnya komputer, laboratorium yang memadai. Yang lebih penting lagi peningkatan kapasitas sumber daya manusianya,” ucap La Ode Aswad kepada Mediakendari.com di ruang kerjanya, Senin (15/7/2019).
Jika hal itu sudah dilakukan, kata Aswad, nanti tidak akan ada lagi istilah sekolah favorit maupun bukan favorit yang berkembang di kalangan masyarakat secara umumnya.
“Ini kita lakukan dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat supaya tidak ada lagi dibenak masyarakat bahwa ada SMP favorit, ada SMP non favorit. Maka pemerintah daerah harus memberikan dukungan sehingga tiba saatnya nanti semua akan menjadi sekolah favorit baik SMP maupun SD,” pungkas mantan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau ini. (A)
