Reporter : Taswin Tahang
Editor: Taya
KENDARI – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Enam Enam (STIE 66) Kendari akan mengubah status dari binaan ke madya.
Perubahan status ini untuk menjadi perguruan tinggi yang maju dan mandiri di kawasan Asia Tenggara pada 2030.
Ketua STIE 66, Bahtiar Abbas mengungkapkan dalam mencapai status madya tersebut, pihaknya akan melakukan beberapa pengembangan pada beberapa aspek seperti pendidikan dan pengajaran, peningkatan kerja sama baik lokal maupun nasional dalam aspek penilitian, pengabdian masyarakat serta tata kelola perguruan tinggi.
Baca Juga :
- Nur Alam Gelar Buka Puasa Bersama Santri dan Anak Yatim di Masjid Al Alam Kendari
- Polemik Dugaan Tambang Nikel Ilegal di Konut, Status Hukum Anton Timbang Jadi Sorotan
- Siswa SIP Angkatan 55 Polda Sultra Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Al-Ikhlas Baruga
- Kapolda Sultra Salurkan Zakat Fitrah kepada 159 Penerima Jelang Idulfitri
- Kapolda Sultra Pantau Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Amolengo dan Torobulu
- Indomie Berangkatkan 11.300 Pemudik Mitra Warmindo Lewat Program Mudik Bersama 2026
“Pada tahun depan akan ada 10 tenaga pendidik dari guru besar yang akan menjadi tenaga pendidik,”katanya. saat ditemui MEDIAKENDARI.com, Rabu (4/12/2019).
Bahtiar berharap peralihan status ini nantinya dapat membuat STIE 66 akan lebih diminati masyarakat khususnya masyarakat yang berdomisili di Sulawesi Tenggara.
“Untuk tahun ini jumlah mahasiswa sekitar 1200 orang yang tersebar pada pendidikan S1 akutansi, S1 Manajemen, dan magister manajemen,” tutunya. (b)











