Reporter : Kardin
Editor : Kang Upi
KENDARI – Menanggapi pernyataan Sekretaris Pribadi (Sekpri) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhammad Tahir Kimi yang mengatakan hasil rapat pencabutan IUP di Konawe Kepulauan (Konkep) yang dipimpin oleh Wagub, Lukman Abunawas dapat menimbulkan kegaduhan Pemerintahan mendapat tanggapan dari Serikat Tani Nasional (STN) Sultra.
Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua STN Sultra, Ashudin, menyayangkan sikap Ali Mazi yang seolah-olah tidak pernah mau mengakui hasil rapat Wagub Sultra bersama Pemda Konkep dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sultra yang telah bersepakat mencabut seluruh IUP di Pulau Kelapa Wawonii dengan membubuhkan tanda tangan.
“Pak Gubernur seolah-oleh tidak mau mengakui hasil rapat itu. Padahal sudah ditanda tangani untuk mencabut semua IUP di Wawonii,” papar Ashudin melalui rilis resminya, Sabtu (30/3/2019).
Selain itu, kata Ashuddin, pihaknya juga menolak keras rencana bentukan tim pakar hukum terkait IUP di Konkep oleh Ali Mazi, terkecuali melibat Ombusman dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri jika ada dugaan kongkalingkong terkait penerbitan IUP maupun terkait pencabutan IUP di Wawonii.
“Kami yang tergabung di Front akan menyurati KPK dan Ombudsman supaya melakukan penelusuran terkait dugaan adanya kongkalingkong penerbitan IUP di Konkep dan telibat aktif dalam tim itu,” tegasnya.
Baca Juga :
- Hj Rujuwati Harun Nyatakan Siap Maju Sebagai Ketua KKSS Kota Kendari 2026-2030
- Dari Konflik Agraria hingga Kerusakan Lingkungan, MSF Kolaka Desak Tata Kelola Nikel yang Berkeadilan
- Apresiasi Penanganan Tipikor, Ampuh Desak Kajati Sultra Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Tower Bank BPD Sebesar Rp 7, 7 Miliar
- Sempat Bersitegang Antara Pedagang dan Petugas, Ratusan Lapak Bensin Eceran di Sekitar SPBU Andonohu Ditertibkan
- Gebrakan Baru Mahasiswa Jurnalistik, Siswa SMAN 10 Kendari Diperkenalkan Cara Cerdas Menyaring Konten AI Pemilu
- Dari Kabid Transmigrasi Jadi Kadis, Lenni Kartika Indah Pimpin Dinas Cipta Karya Sultra
Ia juga menjelaskan, selama seluruh IUP di Wawonii belum dicabut secara keseluruhan, pihaknya akan terus membangun gerakan yang lebih besar.
“Ini karena sikap Pak Ali Mazi sendiri yang memperlambat pencabutan IUP. Terlebih ada perbedaan pendapat dengan Pak Lukman yang menimbulkan kegaduhan di Sultra,” terangnya. (A)











