oleh

Sulkarnain Sebut Tenaga Honorer Sangat Dibutuhkan di Kendari

-NEWS-66 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM- Isu penghapusan tenaga honorer di Indonesia hingga saat ini masih menjadi pemikiran serius bagi pemerintah kota (Pemkot) Kendari.

Wali Kota Kendari, H Sulkarnain Kadir saat diwawancarai pada Kamis, 23 Juni 2022 mengatakan penghapusan tenaga honorer ini cukup sulit. Pasalnya, ada beberapa aktivitas yang masih sulit untuk dialihkan kepada yang lain selain tenaga honorer.

“Misalnya kebersihan. Kalau kita mau angkat P3K untuk mengelola kebersihan apalagi pegawai, saya kira sulit karena selama ini memang kita kelolanya lewat honorer,” jelasnya.

Dia menambahkan hal ini termasuk pada guru dan tenaga kesehatan yang lebih banyak membutuhkan tenaga honorer.

Baca Juga : 10 Hari Operasi Patuh Anoa, Polresta Kendari Tilang 72 Pengendara

“Misalnya di Puskesmas itukan yang PNS tidak lebih dari 30 orang tetapi yang honorer bisa sampai 50 orang bahkan lebih. Makanya ini masih menjadi buah pemikiran kita petunjuk teknisnya seperti apa,” jelasnya.

Hingga saat ini, Sulkarnain mengatakan pihaknya sedang menunggu petunjuknya apakah tidak ada penerimaan honorer lagi atau pemberhentian kontrak tenaga honorer.

“Tenaga honorer itu sangat dibutuhkan. Buktinya kita bisa melihat kota ini terjaga kebersihannya itu karena tenaga honorer kita yang kurang lebih 600 orang untuk tenaga kebersihan. Itu semua yang tiap subuh jalan menjaga kebersihan mengangkut sampah kita, bayangkan kalau mereka itu semu stop,” bebernya.

“Belum lagi Pol PP, belum di Rumah Sakit atau Puskesmas, bayangkan kalau tidak ada tenaga honorer, siapa yang mau membantu tenaga medis kita yang ada di puskesmas,” tutupnya.

Reporter: Dila Aidzin

Terkini