Suasana pertemuan Bupati Ruksamin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konut Lapeha bersama Kepala UT Kendari Universitas Terbuka Drs. Efendi, M.Hum dalam rangka kerjasama, bertempat di rumah jabatan Bupati Konut, Senin (21/5/2019). Foto : Mumun/Mediakendari.com/A

Gandeng UT, Pemkab Konut Gratiskan Pendidikan Sarjana Bagi GTT

Reporter : Mumun

Editor : Kang Upi

Iklan kONAWE

WANGGUDU – Keterbatasan tenaga pendidikan di Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) membuat Pemerintah daerah mengambil langkah dengan menggandeng Universitas Terbuka (UT).

Rencana kerjasama ini dibahas Kepala UP Kendari Universitas Terbuka Drs.Efendi, M.Hum dan Bupati Konut Ruksamin di rumah jabatan Bupati, Senin sore (21/5/2019).

Kerjasama ini digelar dengan tujuan meningkatkan SDM tenaga pendidikan untuk menjawab kebutuhan guru dari ASN dan meningkatnya rasio antara murid dan pendidik yang tidak berimbang jumlahnya.

“Di daerah terpencil masih ada kekurangan guru, masih ada yang belum sarjana atau tidak kompetitif untuk mengajar. Untuk memenuhi itu, saya angkat anak-anak ijazah SMA di sekitar sekolah itu dia mau mengajar, mengabdikan dirinya. Setelah di data masih ada sekitar 150 yang mengajar tapi belum kompetitif. Itu sebabnya kita bangun kerjasama dengan pihak UT,” kata Ruksamin.

Menurut Mantan Ketua DPRD Konut ini, kerjasama dengan UT akan mulai berjalan mulai Juli 2019 mendatang. Dan dari 150 Guru Tidak Tetap (GTT) yang terdata, akan dilakukan seleksi tahap awal sebanyak 60 orang yang akan dikuliahkan di UT sambil mengajar di sekolah.

“Biayanya 100 persen ditanggung Pemkab Konut. Biaya modulnya, SPP nya semua ditanggung. Ini untuk mendorong SDM, supaya suatu saat mereka bisa Profesional karena sudah punya Akta 4. Intinya mereka yang mau membantu pemerintah menuntaskan pendidikan. Tahap awal 60 dulu sesuai anggaran, kita akan terus melihatnya yang paling mendesak,” ujarnya.

Dengan adanya kerjasama ini, dirinya berharap Konawe Utara dapat memenuhi kebutuhan SDM di dunia pendidikan jebolan sarjana, dengan menyekolahkan tenaga GTT yang masih berijazah SMA ke UT.

Ditempat yang sama, Kepala UP Kendari Universitas Terbuka Drs. Efendi, M.Hum, mengatakan, mulai bulan Juli 2019 program sarjana PGSD akan digelar bagi yang memenuhi kualifikasi.

“Seperti yang diungkapkan Pak Bupati, guru-guru yang direkrut dari ijasah SMA ini memang belum memenuhi syarat. Nanti mereka mengikuti perkuliahan ini otomatis kalau sudah selesai ijasah kesarjanaannya akan memenuhi,” katanya.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Bupati Ruksamin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konut Lapeha, Kepala UP Kendari Universitas Terbuka Drs.Efendi, M.Hum. (A)

error: Content is protected !!