oleh

Program Pengendalian Sampah di Konawe yang Masih Jauh dari Harapan

 

Reporter: Andis

KONAWE – Pada 20 Januari 2021 lalu, Pemkab Konawe melalui Dinas Lingkungan Hidup-nya meluncurkan program pengelolaan Bank Sampah Induk (BSI) di Kompleks Pasar Asinua, Kecamatan Unaaha.

Target dari program ini untuk mengatasi masalah sampah di Konawe sekaligus membiasakan masyarakat dalam mengelola sampahnya. Pemkab Konawe memberi ‘iming-iming’ dengan sampah bernilai ekonomis untuk menggerakkan program ini di masyarakat.

Bank sampah pun disebar di sejumlah titik yang dianggap sebagai tempat masyarakat membuang sampahnya. Perkantoran Pemkab Konawe, Pondidaha, Morosi, Wonggeduku, Sampara, Wonggeduku Barat, dan Abeli Sawah menjadi titik awal program yang diklaim sudah berjalan tiga bulan sebelum program ini diluncurkan.

Sekda Konawe, Ferdinand Sapan mengaku akan ditambah lagi bank sampah tersebut di sejumlah titik pada tahun 2021 ini.

“Tidak ada lagi sampah-sampah yang berserakan di jalan dan halaman karena sudah dipungut semua,” katanya saat memberikan sambutan saat peluncuran tersebut.

Dua bulan setelah peluncuran program tersebut, fakta di lapangan menampakkan hal berbeda di Kecamatan Unaaha. Ternyata sebagian masyarakat belum mengindahkan program Pemkab Konawe sebelumnya.

Seperti sampah berserakan di bagian depan MAN 1 Konawe yang dikeluhkan Nyuher Slamet selalu kepala sekolah. Pihaknya merasa gerah karena di sekitar sekolahnya selalu menjadi tempat warga membuang sampah. Padahal, tempat tersebut sudah dipasangi imbauan dan tidak lagi menjadi tempat pembuangan sampah.

“Sangat mengganggu khususnya bagi kami. Apalagi sekolah madrasah yang kebersihan itu sebagian dari iman, jadi tidak pantas jika ada sampah di sekitar lingkup sekolah,” katanya pada Senin, 15 Maret 2021.

Ia mengaku, sudah mencoba berbagai upaya untuk mengantisipasi masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di sekitar MAN 1 Konawe, tetapi belum membuahkan hasil.

Hal serupa terjadi di bekas GOR Abunawas, Kelurahan Wawonggole, sampah masih berserakan sampai di pinggir jalan. Padahal tempat itu hanya sekitar kurang dari 10 meter dari lokasi TPS.

“Kesadaran masyarakat masih kurang. Mereka datang membuang sampah tidak sesuai tempatnya. Kadang mereka datang menggunakan motor dan langsung membuang begitu saja. Jadi sampahnya berserakan,” ungkap Gunawan selaku pegawai kebersihan setempat.

Sekretaris DLH Konawe, Agus mengatakan, pihaknya sudah mencoba mengupayakan agar sampah di TPS yang berada di lingkup kerjanya itu bisa dibersihkan.

“Mulai pagi anggota kami sudah mengangkut dan membersihkan sampah-sampah yang berada di TPS dan itu sesuai jadwalnya, tapi jika ada sampah berserakan itu kita kembali lagi dari kesadaran masyarakat itu sendiri,” kata Agus di ruang kerjanya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan para camat dan lurah setempat untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya.

“Kita akan buat sosialisasi ke kelurahan, serta menyurati camat agar memberikan informasi kesadaran masyarakat dalam membuang sampah di TPS,” pungkasnya. (A)

Terkini