Reporter : Hendrik B
Editor : Kang Upi
KENDARI – Kapolda Sultra, Brigjen Pol Iriyanto berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum anggota Kepolisian yang diduga melakukan pemukulan terhadap mahasiswa, saat mengamankan aksi di Kantor Gubernur Sultra, Rabu (05/03/2019) lalu.
Pernyataan ini diungkapkan Brigjen Pol Iriyanto dihadapan ribuan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), yang mendatangi di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (11/03/2019).
“Kami akan tindak, barang siapa yang melanggar hukum maka itu resikonya individu dan pihak Reskrim yang akan melakukan penyelidikan terhadap oknum Satpol PP. Saya sangat suport untuk membuat nota kesepahaman antara Polda dan UHO,” tegas Brigjen Pol Iriyanto.
Untuk tindakan yang akan diambilnya ini, kata Iriyanto, akan dilakukan secara transparan. Untuk itu, Ia meminta para mahasiswa untuk mengawal bersama penuntasan kasus kekerasan terhadap mahasiswa tersebut.
“Adapun anggota saya yang melakukan pelanggaran, kami akan tindaki melalui prosedur internal kami dan kawan-kawan nanti bisa kawal, kita transparan,” ujarnya.
Baca Juga :
- Kejagung Diminta Bongkar Jaringan AK ke PT TMS Kabaena yang Diduga Terkait Keluarga Gubernur Sultra ASR
- TERTANGKAP TANGAN! Subdit IV Kamneg Ditintelkam Polda Sultra, Sita 5.460 Liter Solar Subsidi Mau Masuk Tambang, 2 Sopir Diciduk di Lapoa
- DISEROBOT! Kontraktor “D” Diduga Kuasai Lahan SPK PT Oheo di IUP PT Cinta Jaya Konawe Utara, Terancam Dilapor di Polda
- Deadlock, 2 Kali Paripurna Gagal Quorum, LIRA Desak Mendagri Tegur Gubernur Sultra – Diduga Cawe-Cawe
- Bidang Politik DPP LAT Sultra Desak DPR RI, Gunakan Hak Angket, Gibran Sudah Tidak Lagi Memenuhi Syarat Jadi Wapres
- JANGGAL, 7 IUP Baru Tiba-Tiba Muncul di Konawe Utara, Kejagung Diminta Selidiki – Langgar Moratorium.
Tak hanya itu, Ia juga berjanji melakukan audit sistem untuk melihat pola pengamanan yang dilakukan, saat mengawal jalannya aksi 5 Maret lalu, yang malah berujung bentrok dengan para mahasiswa.
Sementara itu, dalam pertemuan tersebut Ketua BEM UHO, Mahco menuntut pencopotan Kapolres Kendari, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas ulah anggota kepolisian yang dituding kekerasan terhadap mahasiswa.
“Kami meminta Polda Sultra untuk mengusut pemukulan terhadap massa aksi dan memecat oknum kepolisian yang terlibat, copot jabatan Kasat Pol PP Sultra, serta membuat nota kesepahaman dari pihak Polda dan UHO,” ucap Macho. (B)











