Reporter: Adhil
Editor: La Ode Adnan Irham
LABUNGKARI – Tim medis dari Puskesmas Wadiabero, memeriksa kesehatan pengungsi korban bentrok yang berujung pembakaran rumah di Desa Wadiabero, Kecamatan GU, Kabupaten Buton Tengah (Buteng).
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kebanyakan pengungsi menderita hipertensi dengan gejala pusing-pusing, akibat trauma pasca bentrok, Rabu (27/11/2019).
Sejumlah pengungsi mengaku, trauma yang dialami akibat rasa takut akan peristiwa penyerangan yang mengakibatkan puluhan rumah warga dibakar.
Baca Juga :
- KAI Sultra Umumkan Hasil UKDPA 2026, 41 Peserta Dinyatakan Lulus Advokat
- KNPI Sultra Desak Kejagung dan Satgas PKH Transparan Soal Denda Administratif Perusahaan Nikel PT TMS di Kabaena Bombana
- Pos PJR Induk Sampara Jadi Tempat Singgah Favorit, Sopir: Pelayanan Ditlantas Sultra Nyaman dan Humanis
- Jalin Kerjasama Publikasi Jangka Panjang, Komisaris MEK TV Berikan Sertifikat Penghargaan Kepada Perwakilan Manajemen Huayou Cobalt dan Apresiasi IPIP Pomalaa sebagai Pusat Hilirisasi Baru di Sultra
- Ampuh Sultra : APH Diminta Preventif Cegah Material Ilegal di Proyek Bendungan Pelosika
- Jumat Berkah Bapenda Sultra, Bayar PKB di Samsat Drive Thru Dapat Paket Makanan Gratis
Kepala Puskesmas Wadiabero, Yati ketika ditemui, Sabtu (30/11/2019) mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang dialami korban pengungsian.
Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan di semua lokasi pengungsi yang tersebar di beberapa titik.
“Selain pengungsi, tim medis juga akan lakukan pemeriksaan kesehatan kepada personil TNI Polri yang melakukan pengamanan di lokasi bentrok,” katanya. (B)











