Reporter: Adhil
Editor: La Ode Adnan Irham
LABUNGKARI – Tim medis dari Puskesmas Wadiabero, memeriksa kesehatan pengungsi korban bentrok yang berujung pembakaran rumah di Desa Wadiabero, Kecamatan GU, Kabupaten Buton Tengah (Buteng).
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kebanyakan pengungsi menderita hipertensi dengan gejala pusing-pusing, akibat trauma pasca bentrok, Rabu (27/11/2019).
Sejumlah pengungsi mengaku, trauma yang dialami akibat rasa takut akan peristiwa penyerangan yang mengakibatkan puluhan rumah warga dibakar.
Baca Juga :
- Akhir Bulan Tetap Senyum, INFORMA Kendari Banting Harga Furnitur Estetik Mulai 33 Ribu, Member Auto Cuan
- Bukan Cuma Jaga Keamanan, Kapolres Konawe Selatan Hadirkan Disnakertrans & BLK Lainea, Buka Jalan Kerja untuk Warga Konsel
- Kepemimpinan Gubernur ASR Pimpin Sultra Amburadul? Pengamat Minta APH Masuk di Pokja 16 Biro Pengadaan Sultra. Ada Luka di Hati Kontraktor : Proses Lelang Alangga – Motaha
- Korban Tembus Malaysia! Tersangka Penyalahgunaan Kartu Shopee dari Koltim Resmi P-21, Ditreskrimsus Polda Sultra Serahkan ke Jaksa
- Wakapolda Sultra Kumpul Bersama Masyarakat, Perkuat Sinergi dan Serap Aspirasi Lewat Dialog Terbuka
- Direktur MEK TV Beri Penghargaan ke Kasi Intel Kejati Sultra Dr. Abdul Bahtiar, Bongkar Tuntas KDRT di ‘Jaksa Menjawab
Kepala Puskesmas Wadiabero, Yati ketika ditemui, Sabtu (30/11/2019) mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang dialami korban pengungsian.
Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan di semua lokasi pengungsi yang tersebar di beberapa titik.
“Selain pengungsi, tim medis juga akan lakukan pemeriksaan kesehatan kepada personil TNI Polri yang melakukan pengamanan di lokasi bentrok,” katanya. (B)











