UNAAHA – Pemerintah Kabupaten Konawe, Sultra, mengincar piala adipura ketiganya tahun ini. Namun ada hal lain yang harus diutamakan di Konawe.
“Budaya bersih itu lebih penting, jadikan kebiasaan menjaga lingkungan agar tetap bersih,” kata Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/11/2019).
Kata Gusli lagi, Pemkab tidak hanya mengharapkan reward dari Piala Adipura, namun seluruh masyarakat Konawe menyadari, kebiasaan menjaga lingkungan, kelestarian lingkungan dan keindahan kota adalah hal paling penting.
BACA JUGA:
- Sambut Akhir Tahun, Desa Kondongia Siapkan Wakila Festival sebagai Motor Ekonomi Baru
- Dispar Sultra Dukung Penuh Pelestarian Gua Soronga, Situs Unik dengan Peti Kayu Purba
- Dispar Sultra Catat Ledakan Wisata Kuliner, Kendari Dominasi 28 Persen Pergerakan Wisatawan Nusantara
Tujuan jangka panjangnya, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi sehat dan cerdas, untuk melanjutkan pembangunan di Konawe nantinya.
Lanjut Gusli, pembangunan di bidang lingkungan dan kebersihan bukan semata-mata untuk meraih adipura, namun Pemkab ingin menyadarkan masyarakat, kebersihan itu bagian dari Iman.
Konawe sendiri sudah punya cara mengatasi pengolahan limbah di seluruh kelurahan. Jadwal ketat pengangkutan sampah juga telah diatur yakni pukul 6 pagi hingga 9 malam, lalu pukul 9 malam hingga 6 pagi.
Pemkab Konawe juga telah melakukan uji coba sumber daya pasukan kuning dengan cara melimpahkan kewenangan ke Kecamatan dan Kelurahan. Namun akan dievaluasi lagi hasilnya.











