oleh

Tina Nur Alam Gandeng Kemenparekraf RI Gelar BISA Fest

-NEWS-57 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Tina Nur Alam menggandeng Kementerian Pariwisata (Kemenparekraf) RI menggelar BISA Fest berupa pertunjukkan seni dan budaya Sulawesi Tenggara (Sultra).

Acara ini berlangsung pada salah satu hotel di Konawe Selatan (Konsel), Jumat 5 Agustus 2022.

Dalam kegiatan ini, dihadirkan tarian khas Tolaki, yakni tarian Mombesara, fesyen show serta penampilan pembuatan tenun tradisional, yakni Tenun Masalili.

BISA Fest merupakan salah satu wadah bagi para pelaku seni dan budaya untuk berekspresi.

Anggota DPR RI asal Sultra, Tina Nur Alam menyebut,, Sultra memiliki 17 kabupaten/kota dengan ciri khas masing-masing. Mulai dari destinasi wisata, kuliner, kriya, fesyen, tarian termasuk tenun.

Baca Juga : Pengendara Keluhkan Debu Akibat Aktivitas Truk Tambang Pasir di Pelabuhan Kapal Malam

“Tenun sendiri banyak mengandung filosofi, baik dari motif dan lainnya. Saat ini penenun banyak yang ina-ina alias ibu-ibu, kita harap ke depan ada regenerasi,” ungkapnya saat membawakan sambutan.

Menurutnya, BISA Fest dapat kembali membangkitkan jiwa anak muda untuk meningkatkan minat penggiat seni dan budaya agar terus berkreasi serta berinovasi.

“Terutama bagi kaum muda untuk melestarikan adat dan budaya,” terang Anggota Fraksi Partai Nasdem ini.

Sementara itu, Koordinator Event Internasional Kemenparekraf, Trio Dewangga mengatakan, pihaknya mendorong adanya kolaborasi, baik itu penggiat hingga pemerintah daerah (pemda) untuk memberikan ruang ekspresi bagi pelaku seni dan budaya.

“Kita akan bantu, misalnya membuat event. Kini sudah bisa langsung meminta support ke Kemenparekraf tidak lagi ke pemda dulu, tapi ada juknisnya,” singkat Trio.

Baca Juga : Ridwan Bae Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kendari

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dispar Sultra, Sri Halinarti mengatakan, pihaknya akan terus mendukung para penggiat seni dan budaya di Sultra. Sebab seni budaya dan pariwisata adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

“Melalui kegiatan ini mari bahu-membahu memahami nilai-nilai seni dan budaya dengan baik. Mari satukan tekat mendorong pembangun daerah demi mensejahterakan masyarakat,” bebernya.

Sebagai informasi tambahan, BISA Fest awalnya adalah sebuah gerakan bersih-bersih, Bisa Fest Akronim dari bersih, indah, sehat dan aman. Tetapi di era pandemi, maka Direktorat Event Daerah berinovasi mencoba di tahun 2022 melaksanakan Bisa Fest dengan menampilkan pesona tari, pesona musik, dan ekonomi kreatif.

 

Reporter : Rahmat R.

Terkini