Reporter : Hasrun
Editor : Kang Upi
RUMBIA – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Bombana melaunching gerakan masyarakat dalam peningkatan industri rumah tangga atau Gemar KDRT di Aula Kantor Bupati Bombana, Kamis (4/7/2019).
Melalui Gemar KDRT, kelompok usaha yang dibentuk Disperindagkop Bombana bakal didorong mengembangkan usaha dompo pisang di tujuh wilayah penghasil bahan baku pisang di Kabupaten Bombana.
Tujuh wilayah tersebut yakni, Kecamatan Poleang, Poleang Barat, Poleang Tengah, Poleang Utara, Poleang Timur Poleang Selatan dan Tontonunu.
Menurut Kepala Disperindagkop Bombana Asis Fair, Gemar KDRT tidak hanya akan mendorong industri rumah tangga, tapi pengelolaan dompo pisang dengan cara yang lebih modern.
“Inovasinya, kerena selama ini pengelolan dompo pisang masih tradisional belum higienis dan cara penjualan atau pasaran belum meluas,” jelasnya, Jumat (5/7/2019).
BACA JUGA :
- OJK dan Polda Sultra Perkuat Sinergi Penindakan Tindak Pidana Sektor Jasa Keuangan
- Mantan Wakajati Sultra Saiful Bahri Siregar Resmi Dilantik sebagai Dirdik Jampidsus
- KMN Desak Polri, TNI, KPK dan Kejagung Usut Dugaan KKN di Balik Aktivitas Tambang Ilegal di Sultra
- KPU dan Bawaslu Sultra Audiensi ke Polda, Apresiasi Sentra Gakkumdu Raih Penghargaan Nasional
- Polda Sultra Siapkan 631 Personel Gabungan Hadapi Ancaman Karhutla
- Program Makan Bergizi Gratis Nasional Gagal Kontrol Kualitas, Temuan Batu di Konawe Jadi Bukti Sorotan!
Selain itu melalui Gemar KDRT, pihaknya juga bakal meningkatkan kualitas cita rasa mulai dari rasa coco pandan, coklat dan kacang, sehingga tidak hanya ada dua rasa yakni gula merah dan gula pasir yang selama ini sudah banyak dikenal.
“Nilai ekonomi nya dengan brand ini, tadinya harga hanya Rp 5 ribu, bisa menjadi Rp 10 ribu atau Rp 15 ribu,” ujarnya.
Ia juga berjanji mengusahakan sertifikat Badan pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dan untuk pemasaran, pihaknya sudah bekerja sama dengan suparmarket yang ada di Bombana.
“Kami juga sudah ada MoU dengan supar market dan indah market, saya juga akan bawa pameran di Makassar pada 10 juli 2019 nanti,” pungkasnya. (A)











