KERJA sama militer Rusia dan Turki semakin erat sementara hubungan antara Turki dengan Amerika memburuk.
Latihan bersama angkatan laut baru-baru ini antara Rusia dan Turki, serta peningkatan kerja sama militer di Suriah, muncul ketika sekutu-sekutu NATO mempertanyakan kesetiaan Turki kepada aliansi pertahanan Barat itu.
Sebuah latihan AL gabungan yang digelar pada Jumat (8/3) lalu adalah bagian dari latihan militer nasional Turki yang lebih luas. Sementara latihan hanya melibatkan beberapa kapal, pengamat menjelaskan maksud politiknya jauh lebih bermakna.
Baca Juga :
- Tak Miliki PKKPRL dan AMDAL, Izin Tersus PT TMN Dicabut Kemenhub Tapi Masih Ngeyel Beroperasi – GERAK Sultra Desak Kejati Turun
- Proyek Hilirisasi Miliaran Dolar Terancam Seret, Komisi XII DPR RI : Kepastian RKAB Harga Mati
- Peringati HUT ke-30, Polda Sultra Gelar Doa Bersama Hadirkan Ustadz Das’ad Latif
- BAHAYA! Truk Bahan Curah Bebas Masuk Kapal Ferry Kendari-Konkep, JPKP Nasional Ancam Lapor Kemenhub
- PT Tiran Group Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal, Ribuan Warga Sultra Terserap
- KKJ Sultra Mengecam Keras Kadispar Sultra Menyebut Wartawan Idiot
Dipilihnya Laut Hitam untuk latihan gabungan, juga mengandung simbol politik yang dalam, mengingat tempat itu adalah titik ketegangan antara militer NATO dan Rusia, serta mengirim pesan bahwa kemungkinan Turki tidak keluar dari NATO, kata pengamat lain.
Rusia cepat memanfaatkan ketegangan bilateral antara Turki dan Amerika mengenai banyaknya perselisihan antara kedua negara itu.[ps]











