Reporter: Faisal
Editor: La Ode Adnan Irham
KENDARI – Pembangunan drainase sekunder di Jalan Kakatua Kelurahan Benu Benua Kota Kendari, Sulawesi Tenggara oleh CV Mashyar Permata mulai dikeluhkan warga. Namun bukan pembangunannya melainkan tanah galian dari pekerjaan itu dibiarkan tertimbun hingga menutupi seluruh badan jalan.
Akibatnya warga kesulitan melintas, terutama mereka yang tinggal di area pekerjaan. Belum lagi dari Senin (23/9/2019) hingga hari ini, Rabu (25/9/2019) para pekerja tak kunjung terlihat untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Dini Jipto, warga setempat kepada Mediakendari.com menuturkan, lazimnya tanah hasil galian pembangunan drainase yang dikerjakan di dalam kota seperti itu mesti secepatnya dipindahkan atau dibuang agar tidak mengganggu aktivitas warga.
Baca Juga :
- Raih Juara Dua Nasional, Maliqa Aurora Sukses Harumkan Nama Sultra di Ajang Supra Star Indonesia 2026 di Batam
- Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Melalui Jalur Reguler Nasional, Tidak Ada Kuota Khusus maupun Titipan
- Pencemaran Industri di Morosi Rugikan Warga Hingga Rp35 Miliar
Apalagi lanjut Dini, sudah beberapa hari para pekerja drainase belum juga menampakkan batang hidungnya di lokasi sejak tiga hari lalu.
“Seandainya ada, mungkin kami bisa kasi tau mereka untuk pindahkan timbunannya dulu,” katanya mengeluh.
Hingga berita ini diturunkan, media ini belum melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan yang menangani proyek pembangunan drainase sekunder tersebut. (B)











