Reporter: Faisal
Editor: La Ode Adnan Irham
KENDARI – Pembangunan drainase sekunder di Jalan Kakatua Kelurahan Benu Benua Kota Kendari, Sulawesi Tenggara oleh CV Mashyar Permata mulai dikeluhkan warga. Namun bukan pembangunannya melainkan tanah galian dari pekerjaan itu dibiarkan tertimbun hingga menutupi seluruh badan jalan.
Akibatnya warga kesulitan melintas, terutama mereka yang tinggal di area pekerjaan. Belum lagi dari Senin (23/9/2019) hingga hari ini, Rabu (25/9/2019) para pekerja tak kunjung terlihat untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Dini Jipto, warga setempat kepada Mediakendari.com menuturkan, lazimnya tanah hasil galian pembangunan drainase yang dikerjakan di dalam kota seperti itu mesti secepatnya dipindahkan atau dibuang agar tidak mengganggu aktivitas warga.
Baca Juga :
- Usai Sertijab, Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono akan Perkuat Sinergi dengan Masyarakat
- Kasus Korupsi dan Praktik Ilegal di Konawe, Ini Target Kerja Kapolres Edi Raharjono
- SATGAS Sumberdaya LAT Sultra Rangkul Media Lokal untuk Mensosialisasikan Kegiatan LAT
Apalagi lanjut Dini, sudah beberapa hari para pekerja drainase belum juga menampakkan batang hidungnya di lokasi sejak tiga hari lalu.
“Seandainya ada, mungkin kami bisa kasi tau mereka untuk pindahkan timbunannya dulu,” katanya mengeluh.
Hingga berita ini diturunkan, media ini belum melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan yang menangani proyek pembangunan drainase sekunder tersebut. (B)
