Editor : Kang Upi
KENDARI – Tangan dingin kepemimpinan Kery Saiful Konggoasa dan Gusli Topan Sabara (KSK – GTS) sebagai Bupati dan Wakil Bupati kembali menorehkan catatan emas dalam perjalanan Kabupaten Konawe.
Setelah sukses menarik investor untuk membuka kawasan mega industri Morosi dengan masuknya PT Virtue Dragon Nickel Industrial Park (VDNIP), Kabupaten Konawe akan kembali kedatangan investor besar.
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara menjelaskan, dalam waktu dekat akan dibuka kawasan mega industri di Kecamatan Routa, dengan lini industri berat.
“Investasi di Routa itu sebesar Rp 74 triliun, dengan konsep terkoneksi antara industri feronikel, stainless, kobalt untuk mendukung gagasan Presiden Jokowi dalam program mobil listrik,” papar GTS.
Menurutnya, investasi tersebut nantinya akan melibatkan perusahaan multinasional. Untuk kebutuhan pembukaan kawasan mega investasi ini, saat ini proses perizinan sedang dilakukan.
“Bapak Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa telah beberapa kali melakukan presentasi, dan InsyaAllah, Pak Bupati sudah memberikan lampu hijau untuk kepastian soal kawasan mega investasi itu,” tambahnya.
Baca Juga :
- Wakapolri Kunjungan Kerja di Sultra, Perkuat Sinergi Implementasi KUHP dan KUHAP Baru
- Prof. Takdir Saili Terpilih sebagai Rektor UHO, Wamen Fauzan Tekankan Kampus Harus Berdampak
- Sejarah Baru Biliar Sultra! 48 Wonder Ladies Duel di Kraken Billiard, Ketua POBSI Kendari Ardiansyah Pratama Putra Siapkan Hadiah Rp 6,7 Juta + Trophy
- Kapolres Baubau AKBP Noer Alam Gandeng Wartawan Dialog Terbuka: Minta Maaf, Amankan Oknum ke Polda Sultra & Jamin Keselamatan Pers
- Gerak Cepat & Humanis! Kapolres Baubau AKBP Noer Alam Peluk Insan Pers, Selesaikan Perselisihan Oknum dengan Dialog Kekeluargaan
- WABAH SERAKAH DAN KEJAHATAN PASCA TAMBANG: POTRET WAWONII YANG DITINGGALKAN, Oleh: Sahidin, SE
Gusli juga menuturkan, selain investasi mobil listrik tersebut, Kabupaten Konawe juga kedatangan investor yang ingin membangun pembangkit listrik tenaga surya, yang investasinya berada di Kecamatan Morosi.
“Ini sebenarnya untuk mewujudkan rencana Presiden Joko Widodo bagaimana mempersiapkan ketersediaan listrik 35 ribu megawatt untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional dalam rangka mendorong industri nasional, ” ujarnya.
Untuk saat ini, kata Gusli, di Morosi sudah tersedia 450 megawatt dan 1.750 megawatt, namun kedepannya yang akan ditingkatkan adalah energi terbarukan yang juga sedang didorong Pemda Konawe.
“Pemerintah Konawe memang mendorong agar energi terbarukan menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik, yang melibatkan perusahaan multinasional untuk mendukung mega industri di Konawe,” pungkasnya.











