Reporter : Erlin.
Editor : Kang Upi
LAEYA – Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menyambangi SMAN 3 Konsel, Jumat (20/9/2019). Kunjungan ini merupakan bagian dari program ‘Bawaslu goes to school’.
Ketua Bawaslu Konsel Hasni, menjelaskan ‘Bawaslu goes to school’ menyasar milenial khususnya pelajar kelas 12 SMA, untuk mengajak para pemilih pemula atau juga disebut pemilih milenial menjadi pengawas partisipatif Pemilu.
Melalui program ini, kata Hasni, pihaknya memberikan wawasan bagi pemilih pemula tentang kelembagaan Bawaslu serta pemahaman masalah peraturan Pemilu.
Baca Juga:
- Usai Pengembalian Rp401,6 Miliar, Kejagung Periksa 4 Saksi BUMN dalam Kasus Nikel PT CNI
- Upacara Haornas 2026 di Polda Sultra, Pesan Menpora: Olahraga Pemersatu Bangsa
- Mahasiswa KKA UM Kendari Buat Peta Administrasi Desa Anugerah
- Daftar Perusahaan Tambang Masuk Daftar Sanksi Administratif RP80,19 TRILIUN, ANTAM Terbesar, Perusahaan Istri Gubernur Sultra ASR urutan ke 10
- GERAK – SULTRA : Jangan Hanya Sanksi Administrasi Saja Yang Kena Istri Gubernur Sultra ASR, KPK RI Kejar Pidana Pembongkaran Hutan Lindung Tambang Nikel di Pulau Kabaena Dan Aliran Dana
- Gerak Sultra Desak KPK RI Ambil Alih Penanganan Kasus PKH PT TMS, Diduga Gubernur Sultra ASR Cuci Tanggan ke Istrinya, Diminta Telusuri Pengembalian Sanksi Rp500 M dari 2 Triliun
“Dengan begitu, mereka dapat memahami apa saja yang melanggar aturan maupun tidak. Harapan kami, mereka juga bisa ikut mengawasi jalannya pemilu ini,” kata Hasni.
Hasni menambahkan, pemikiran dan sikap kritis siswa diharapkan untuk membantu Bawaslu mengawasi pesta demokrasi. Hasni berharap, siswa tidak hanya menjadi pengawas partisipatif Pemilu, tapi juga berani melaporkan bila terjadi kecurangan.
“Mereka juga diharapkan menolak dan tidak menerima adanya politik uang dan berani melaporkan bila terjadi kecurangan,” pungkasnya. /B











