Reporter: Taswin Tahang
Editor: La Ode Adnan Irham
KENDARI – Bocah berusia tiga tahun asal Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, disebut meninggal dunia akibat penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Penyakit Menular dan Penyakit tidak Menular Dinas Kesehatan Kota Kendari, Samsul Bahri ketika ditemui, Selasa (5/11/2019).
“Sudah pneumonia berat. Jadi jangan diabaikan karena ispa itu bisa mengganggu pertumbuhan balita. Kemarin ada yang meninggal 1 umur 3 tahun di ICU RS, kebetulan saya pergi liat terlambat,” ungkapnya.
Lanjutnya, penyebab Ispa karena saat ini sedang musim kemarau panjang di wilayah Sultra. Ispa merupakan penyakit yang menurutnya paling ditakuti Dinkes Kendari karena dapat menyebabkan kematian.
Baca Juga :
- Polisi Amankan Kericuhan di Area Tambang Nikel PT Askom Matarape, Sejumlah Warga Paksa Operator Turun dari Alat Berat
- Dekan FEB Unusia Pimpin Kolaborasi Internasional Terbitkan Riset Akuntansi Ekologi Syariah di Jurnal Q1 JURIS
- Hj Rujuwati Harun Nyatakan Siap Maju Sebagai Ketua KKSS Kota Kendari 2026-2030
- KAI Sultra Umumkan Hasil UKDPA 2026, 41 Peserta Dinyatakan Lulus Advokat
- KNPI Sultra Desak Kejagung dan Satgas PKH Transparan Soal Denda Administratif Perusahaan Nikel PT TMS di Kabaena Bombana
- Pos PJR Induk Sampara Jadi Tempat Singgah Favorit, Sopir: Pelayanan Ditlantas Sultra Nyaman dan Humanis
Samsul berharap masyarakat Kendari setiap aktifitasnya di luar rumah agar menggunakan masker. Tujuannya mencegah terjangkit Ispa.
Dari data Dinkes Kendari, beberapa wilayah Kota Kendari sudah masuk data pasien terjangkit Ispa, yakni Abeli 13 Orang, Nambo 21 Orang, Lepo Lepo 28 Orang dan Puwatu 54 Orang. (B)











