Reporter: Taswin Tahang
Editor: La Ode Adnan Irham
KENDARI – Bocah berusia tiga tahun asal Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, disebut meninggal dunia akibat penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Penyakit Menular dan Penyakit tidak Menular Dinas Kesehatan Kota Kendari, Samsul Bahri ketika ditemui, Selasa (5/11/2019).
“Sudah pneumonia berat. Jadi jangan diabaikan karena ispa itu bisa mengganggu pertumbuhan balita. Kemarin ada yang meninggal 1 umur 3 tahun di ICU RS, kebetulan saya pergi liat terlambat,” ungkapnya.
Lanjutnya, penyebab Ispa karena saat ini sedang musim kemarau panjang di wilayah Sultra. Ispa merupakan penyakit yang menurutnya paling ditakuti Dinkes Kendari karena dapat menyebabkan kematian.
Baca Juga :
- Rapat Kerja Cabang PERADI SAI Kendari : Membangun Solidaritas dan Kompetensi Advokat yang Berintegritas dalam Menghadapi Digitalisasi Hukum Modern
- Cipta Kondisi Kamtibmas, Ditsamapta Polda Sultra Gelar Patroli Perintis dari Malam Hingga Pagi hari di Kendari
- Turun Langsung, Wakapolres Konsel Kompol Hartono Pantau Pilkades di Desa Kalo-Kalo Lainea, Pastikan 278 Pemilih Nyoblos Aman
- Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolda Sultra Blusukan Jumat Keliling di Korumba Kendari, Ajak Warga Bentengi Keluarga dari Narkoba dan Miras
- Box Culvert Tak Dirabat, Galian Masih Tergenang Air, Ampuh Sultra Bongkar Bobrok Proyek Drainase 24,6 M APBN di Kendari, PPK 2.2 dan Bos UD Maju Harus Diperiksa
- Ketua HIPTI Sultra Rusmin Abdul Gani Sentil Aturan Baru ESDM Bagus, Tapi Bisa Picu Konflik Pengusaha Lokal
Samsul berharap masyarakat Kendari setiap aktifitasnya di luar rumah agar menggunakan masker. Tujuannya mencegah terjangkit Ispa.
Dari data Dinkes Kendari, beberapa wilayah Kota Kendari sudah masuk data pasien terjangkit Ispa, yakni Abeli 13 Orang, Nambo 21 Orang, Lepo Lepo 28 Orang dan Puwatu 54 Orang. (B)











