oleh

Aktivitas Bongkar Muat Tambang Pasir di Pelabuhan Kapal Malam Diduga Abaikan Dampak Lingkungan

-NEWS-71 dibaca

KENDARI – Aktivitas bongkar muat tambang pasir di Pelabuhan Kapal Malam diduga mengabaikan dampak lingkungan. Pasalnya, saat melakukan pembokaran tidak memperhatikan debu-debu yang keluar dari truk sehingga debu itu berceceran kiri kanan dalam kawasan Pelabuhan.

Selain itu, truk-truk yang memuat tambang pasir dari Kecamatan Nambo itu tidak menggunakan penutup dumping bed saat membawa muatan sehingga pasir-pasir tersebut berterbangan sepanjang jalan.

Pelaksana Bongkar Muat Tambang Pasir, Ali mengatakan bahwa pihaknya sudah menyewa Pelabuhan untuk melakukan kegiatan bongkar muat.

Baca Juga : Peradi Cabang II DPC Kendari Gelar Muscab Tahun 2022

“Pelabuhan itu umum yang punya siapa saja boleh sewa selama biaya sewanya sesuai atau sepakat,” tulis Ali dalam pesan WhatsAppnya kepada wartawan MEDIAKENDARI.COM, Sabtu 6 Agustus 2022.

Ia juga berdalih bahwa truk yang memuat pasir itu melewati jalan umum sehingga tidak menjadi soal ketika truk-truk tersebut melewatinya.

Baca Juga : Perkuat Partai PKS, La Ode Ida Siap Bertarung Bakal Caleg DPR

“Jalan itu umum, siapa saja boleh melewatinya, kan semua bayar pajak juga, kalau debu yah berdebu memang jalan itu,” tandasnya.

Berdasarkan pantauan MEDIAKENDARI.COM, sepanjang Jalan Wr Soepratman, hingga Jalan Tinumbu, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari berdebu.

Informasi sebelumnya, pengendara yang melintas di Jalan Tinumbu, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari merasa tidak nyaman dengan ceceran debu yang ditimbulkan akibat aktivitas lalu-lalang truk tambang pasir di Pelabuhan Kapal Malam.

Reporter : Hendrik Komantobuano

Terkini