oleh

Awalnya Coba-Coba, Kini Edi Sukses dengan Usaha Printingnya

-NEWS-65 dibaca

KENDARI- Sejak 15 tahun yang lalu Edi memulai usaha printing. Kini setelah melalui perjuangan panjang dan penuh tantangan, Edi telah menikmati hasil jerih payahnya yang digeluti sejak kuliah.

Siapa menyangka usaha yang di kembangkanya bisa terus tumbuh dan besar hingga menjadi besar dan memiliki brand sendiri dengan nama IDEEDI yang beralamat Jalan DI Panjaitan, Lepo-Lepo Baruga Kota Kendari

Owner IDEEDI Screen Printing Edi mengatakan, bisnis usahanya fokus pada Screen Printing secara manual dengan menerima market satuan puluhan hingga perbal yang dibutuhkan oleh anak-anak komunitas

Baca Juga : Pemprov Sultra terus Tingkatkan Kualitas Tenaga Terampil

“Dalam target sendiri saya tidak mematok itu, pastinya saya menerima semua orderan baik satuan maupun dalam jumlah banyak,” ujarnya saat menghadiri acara Selamat Pagi Sultra di studi Mek.Tv, Kamis 26 Januari 2022

Dijelaskan awalnya memulai bisnis sablon atau screen printing semenjak 2007 yang mana saat itu dirinya berguru dari senior kampus yang kebetulan kenal dekat dan tinggal di satu tempat yang sama

“Itu hari kita tinggal satu tempat bersama teman-teman karena kebetulan ada alat sablon jadi saya coba-coba minta belajar sama seniorku dan alhamdulillah bisa,” jelasnya.

Baca Juga : Kepala UPT BKN, Sahman: Benarkan Soal Penghapusan Tenaga Honorer 2023 Mendatang

Terlebih dalam mengembangkan usahanya itu, Edi berfokus pada kualitas kain dan pelayanan untuk terus dapat memuaskan konsumen sehingga dapat bersaing dengan Screen Printing lainnya

Untuk proses pengembangan usaha, hari ini Edi tidak saja bergerak di jasa Screen Printing namun terlebih juga menyediakan alat dan bahan yang dapat memudahkan usaha-usaha lain dalam mengembangkan usahanya bersama

Edi berharap sebagai seorang pengusaha yaitu usahanya dapat bisa lebih berkembang di kemudian hari. Selain itu, Edi juga membuka pintu lebar bagi seluruh anak muda yang ingin memulai bisnisnya di dunia Screen Printing agar bisa belajar bersama.

 

Penulis : Muhammad Ismail

Terkini