Reporter: Kardin
KOLAKA – Guna menjalankan tugas pengawasan terhadap pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kolaka mengajak pelajar Pramuka untuk turut serta secara aktif dalam pengawasan partisipastif.
Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Bawaslu Kolaka, Juhardin di sela-sela kegiatan Raimuna Cabang (Raicab) II yang dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kolaka di area Kompleks Stadion Gelora Kolaka.
Juhardin mengatakan, untuk mewujudkan proses Pemilu yang demokratis bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu tetapi juga seluruh Stake Holder, termasuk Pramuka.
“Melahirkan Pemilu yang demokratis merupakan tanggung jawab kita semua. Dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi pendidikan non formal seperti pramuka untuk ambil bagian dalam mengkontruksi Pemilu berkualitas dan berintegritas,” ujarnya melalui via WhatsApp, Sabtu, (28/12/2019).
Di hadapan peserta Raicab, Juhardin menyatakan, pencegahan yang dilakukan Bawaslu Kolaka selama ini merupakan bagian dari tugas dan wewenang penyelenggara Pemilu baik secara kelembagaan maupun menggandeng pihak lain dalam bentuk pengawasan partisipatif.
Kata Juhardin, Pramuka tak bisa dipisahkan dari pengawas Pemilu. Melalui Saka Adhyasta Pramuka tambahnya, telah resmi menjadi bagian dari pengawas partisipatif.
Baca juga :
- KSPM FEB UHO Gelar Webinar Nasional, Membongkar Mitos ‘Cepat Kaya’ dan Keamanan Berinvestasi di Pasar Modal Indonesia
- GERAK Sultra Bongkar Rp 9 T, Gubernur LIRA Lanjut Desak KPK Usut Dugaan Pencucian Uang Gubernur ASR
- Bobrok PT TMS Terus Terbongkar! Jual 14,4 Juta Ton Nikel di Kawasan Hutan, GERAK Sultra, Temuan BPK RI : Kerugian Negara Rp 9 T, Denda Rp 2,09 T Nunggak Rp 1,5 T
“Bukan lagi sebatas objek tempat sosialisasi Pemilu, tetapi diharapkan bisa terlibat dalam momentum baik saat Pemilu maupun Pilkada,” katanya.
Juhardin berharap Pramuka bisa menjadi partner Bawaslu dalam mewujudkan penyelenggara Pemilu berintegritas yang didambakan oleh bangsa.
“Dengan adanya penyelenggara Pemilu yang berintegritas, harapannya dapat menghasilkan para pemimpin yang berintegritas,” tutupnya.











