oleh

BEI Sultra: Modal Rp 100 Ribu Masyarakat Sudah Bisa Beli Saham

Penulis: Sardin.D

KENDARI – Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ajak masyarakat nabung saham dengan program “Yuk Nabung Saham” cukup dengan modal Rp 100 ribu sudah beli saham.

Kepala PLH. Bursa Efek Indonesia Prov. Sultra, Ricky S.E., M.M mengatakan saham ini adalah produk dari industri pasar modal atau tempat bertemunya pihak yang punya modal sama pihak yang butuh modal.

“Pasar modal menjadi salah satu alternatif untuk bertemunya perusahaan dan masyarakat dan dibagi menjadi empat jenis produk pasar modal yaitu saham, obligasi, reksadana, ETF, jadi kalau masyarakat beli saham sama saja seperti beli perusahaan jadi kalau perusahaan laba atau rugi pembeli saham juga akan kena dampaknya,” ujarnya saat hadir di Acara Bincang Kita, Jum’at, 1 Oktober 2021.

Baca Juga: Gerak Sultra Temukan Dugaan Mark Up Alat PCR Dinkes Muna Capai Rp770 Juta

Ricky juga mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah menyediakan sekolah pasar modal, jadi bagi masyarakat yang baru mau belajar investasi saham bisa belajar di sekolah pasar modal.

“Sekolah pasar modal mudah diakses, di manapun kita berada bisa kita ikut, yang penting kita mempunyai koneksi internet karena sebagian besar sekolah ini menggunakan internet,” ungkapnya.

Ricky juga menerangkan khusus untuk Sultra, untuk perusahaan sekuritas sudah ada empat, yang pertama RHB sekuritas, Indo Premier Sekuritas, MNC Sekuritas, Phintraco Sekuritas.

“Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi silahkan hubungi ke empat sekuritas ini, terkait dengan pembukaan rekening saham dan syaratnya sangat mudah, “Yuk Nabung Saham” cukup dengan modal Rp 100 ribu sudah beli saham dan saat ini ada 750 saham yang bisa dibeli dengan ciri-ciri saham yang bisa dibeli dibelakangnya bertuliskan TBK, dengan menggunakan KTP, buku tabungan pribadi dan NPWP kalau ada boleh dan kalau tidak ada tidak diwajibkan,” terangnya.

Lebih lanjut Ricky menuturkan galeri investasi ada tiga jenis yaitu galeri investasi umum khususnya untuk perguruan tinggi dan instansi tertentu, galeri investasi syariah, setiap yang buka rekening saham akan dibuatkan rekening syariah, galeri investasi edukasi untuk keperluan investasi sejak dini.

“Dari 10 ribu investor itu 66% itu ada diusia 17 sampai 30 tahun atau kaum milenial,” tuturnya.

Baca Juga: Siska Karina Imran Pindah Partai, Ketua DPW PAN Sultra : Kader PAN Harus Miliki Komitmen

Selanjutnya Ricky berharap kaum milenial bisa merubah masyarakat yang mayoritas konsumtif itu menjadi produktif melalui investasi.

“Investasi adalah hak semua orang, karena kita lihat mayoritas investor kita itu bukan orang dari ahli ekonomi, namun kebanyakan investor masyarakat umum. Dengan keamanan OJK, dan SIPF atau lembaga penjamin, dan Konstudian sentral efek Indonesia yang menyediakan jasa akses ,” pungkasnya.

Terkini