oleh

Blusukan ke Laonti, Bupati Konsel Sarankan Pembangunan Desa Berbasis Potensi

LAONTI – Dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, Bupati Konawe Selatan (Konsel) melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Laonti, Sabtu (10/02/2018).

Dalam sambutannya, Bupati Konsel, Surunuddin Dangga mengatakan, pihaknya melakukan tatap muka tersebut dalam rangka mempersiapkan diri pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) dan peningkatan ekonomi.

“Ini sesuai dengan jargon desa maju Konsel hebat, itu agar benar-benar dimaknai Kepala Desa sebagai mitra pemerintah. Desa adalah ujung tombak pemerintahan,” ungkap Surunuddin.

Lanjutnya, sudah saatnya memperbaiki pola atau cara-cara dalam mendorong kemajuan masyarakat. Katanya, kalau bukan sekarang kapan lagi. Karena menurutnya, dirinya dengam Wakil Bupati Konsel, Arsalim akan berupaya keras untuk kesejahteraan Kecamatan Laonti.

Dia juga menuturkan, akhir tahun nanti jalan Tambolosu-Laonti sudah bisa digunakan karena apa yg diperjuangkan mulai tahun 1998-1997, baru beberapa bulan yang lalu ada kesepakatan dengan pihak kawasan, yang melarang melakukan penebangan pohon ataupun melakukan aktivitas lainnya.

Lanjutnya, para Kepala Desa di tahun 2018 ini harus mulai berpikir perihal kemajuan ekonomi masyarakat. Potensi apa saja di desa yang harus dikembangkan.

“Para Kepala Desa harus punya daftar masyarakat kita kerja apa. Karena sinergitas pembangunan di Konsel ini dapat menurunkan kemiskinan, sudah turun 2 persen,” jelasnya.

Dikatakannya, jangan nanti mau datang bantuan baru memulai buat kelompok. Dalam rangka desa maju ini peran Kepala Desa sangat penting di masyarakat agar mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Program kami khususnya berusaha untuk mensinergikan dan memperbaiki tata cara kekola pemerintahan dengan baik. Alhamdulillah saya lihat ini sudah hampir tuntas. Sehingga 2018 ini saya mulai gerilya ke desa-desa ingin memastikan bagaimana kita mendorong desa maju,” tegasnya.

Di laonti ini, tambah Surunuddin, adalah daerah yg sangat potensial mulai dari laut sampai darat.

“Tadi ada nelayan yg panen ikan dapat 200 juta. Itulah yg kita bina, kita harus berpikir sesuai potensi desanya,” tutupnya.

Reporter: Erlin
Editor: Jubirman

Terkini