NEWS

Bukan Razia, Bukan Penindakan, Fenomena Polri di Jalan di Sultra: Kapolda Atur Lalin, Wakapolda Apel di SMA, Kapolres Konawe Sebrangkan Siswa

×

Bukan Razia, Bukan Penindakan, Fenomena Polri di Jalan di Sultra: Kapolda Atur Lalin, Wakapolda Apel di SMA, Kapolres Konawe Sebrangkan Siswa

Sebarkan artikel ini

Bukan Razia, Bukan Penindakan, Fenomena Polri di Jalan di Sultra: Kapolda Atur Lalin, Wakapolda Apel di SMA, Kapolres Konawe Sebrangkan Siswa

Kendari, Mediakendari.com – Ada pemandangan tak biasa di Sulawesi Tenggara hari ini, Senin (19/10/2026).

Bukan razia, bukan penindakan. Tiga pucuk pimpinan Polri di Sultra kompak meninggalkan meja kerja dan turun langsung ke jalan. Aksi ini menjadi potret nyata implementasi Quick Wins Kapolri: Polisi Bersama Masyarakat.

Jika biasanya warga hanya melihat bintara di lapangan, hari ini mereka melihat langsung Kapolda, Wakapolda, hingga Kapolres mengatur lalu lintas, masuk sekolah, hingga menyebrangkan anak sekolah.

Pagi buta, pukul 06.30 WITA, Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., sudah berdiri di persimpangan depan Polda Sultra. Jenderal bintang dua itu mengatur arus kendaraan yang padat di jam sibuk, bersama personel Ditlantas dan Samapta.

Tak hanya itu, Irjen Himawan juga membagikan helm gratis kepada pengendara dewasa dan anak-anak yang tidak memakai helm. Ia juga menyoroti bahaya pengendara yang membonceng anak dengan satu tangan. 22 Pejabat Utama Polda Sultra pun disebar ke seluruh bundaran dan putaran balik di Kota Kendari.

“Kehadiran personel di titik strategis untuk membantu masyarakat menjalankan aktivitas pagi dengan lebih lancar,” kata Kapolda.

Ini adalah Quick Wins I: Ruang Publik Aman dengan pendekatan preemtif dan edukasi.

Bukan Razia, Bukan Penindakan, Fenomena Polri di Jalan di Sultra: Kapolda Atur Lalin, Wakapolda Apel di SMA, Kapolres Konawe Sebrangkan Siswa

Beberapa jam kemudian, giliran Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., yang membuat heboh SMAN 1 Kendari. Jenderal bintang satu itu memimpin apel pagi di sekolah favorit tersebut.

Di hadapan Kepala Sekolah Nur Aida, dewan guru, dan ratusan siswa, Wakapolda memberikan warning keras tentang dua musuh generasi muda: Narkoba dan Bullying.

“Narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat menghancurkan konsentrasi belajar serta cita-cita yang sedang kalian perjuangkan,” tegas Brigjen Budi.

Ia juga mengingatkan agar stop perundungan yang berkedok candaan, baik fisik, verbal, maupun di media sosial. Kegiatan ini adalah bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik).

Aksi humanis ditutup oleh Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono, S.I.K., http://M.Si. Di wilayahnya, ia turun langsung bersama Satlantas di kawasan penyeberangan sekolah.

Dengan sigap, AKBP Edi mengatur arus kendaraan dan menyebrangkan anak sekolah satu per satu. Kawasan sekolah memang menjadi perhatian khusus karena rawan kecelakaan di jam masuk sekolah.

“Melalui semangat Hadir di Jalan, Utamakan Keselamatan, kami ingin pelayanan Polri dirasakan langsung, bukan hanya penegakan hukum,” ujar Kapolres.

Polres Konawe juga mengimbau pengendara mengurangi kecepatan di zona sekolah dan tidak bermain ponsel saat berkendara.

Tiga aksi dalam satu hari ini menunjukkan wajah baru Polri di Sultra: profesional, humanis, dan responsif. Dari jenderal bintang dua hingga perwira menengah, semua hadir di jalan, bukan di balik meja.

Bagi warga Kendari dan Konawe, ini bukan sekadar pengaturan lalu lintas. Ini adalah rasa aman yang dihadirkan langsung oleh pimpinannya. Quick Wins bukan lagi sekadar jargon, tapi aksi nyata yang bisa dilihat dan dirasakan.

Penulis: Jafrun.