oleh

Butuh Dermawan, Dua Kakak Beradik di Muna Teranacam Buta

-FEATURED, KESEHATAN-63 dibaca

RAHA, MEDIAKENDARI.COM – Mata sebagai Indra penglihatan merupakan anugrah terindah yang diberikan tuhan kepada semua mahluk-NYA. Namun apa yang dirasakan oleh pasangan suami istri Safiudin (27) dan Wa Harnia (25) sedikit berbeda.

Berprofesi sebagai tukang pijat Safiudin hanya bisa mengandalkan kaki dan tangannya untuk mencari nafkah. Pasalnya Safiudin dan istrinya Wa Harnia sudah kehilangan penglihatan sejak lama.

Meski dengan keterbatasan fisik, tidak serta merta membuat Safiudin dan Wa Harnia berputus asa membesarkan dan mendidik kedua anaknya.

Pramuka

Namun, pengaruh genetik dari orang tuanya kini kedua anak tersebut terancam mengalami kebutaan akibat katarak kongenital atau katarak bawaan.

Kini, Anisa Safnia (3) anak pertama dari pasangan Safiudin dan Wa Harnia telah kehilangan satu bola matanya akibat katarak. Dan adiknya Muhammad Rijal (1 ) telah di diagnosa oleh dokter RSUD Raha, Jum’at (21/07/2017) hasilnya positif katarat.

Sarifudin yang ditemui di sebuah rumah kontrakannya yang berukuran 2 x 2,5 meter persegi di Jalan Gatot Subroto Raha, mengatakan jika pihak RS telah memberikan rujukan ke salah satu RS yang ada di Makassar.

” Dokter mengatakan agar segera merujuk anak kami ke Rumah Sakit di Makassar paling lambat dua Bulan setelah rujukan ini diberikan. Jika tidak, anak kami akan mengalami kebutaan”, ungkapnya.

Dengan penghasilan tidak tetap antara kisaran Rp 60-70 per harinya membuat Safiudin dan istri mengeluhkan biaya perawatan anak-anaknya kelak.

” Saya dan istri sangat mengharapkan bantuan dari pihak pemerintah maupun para dermawan yang bersedia memberikan bantuan kepada kami. Karna saya punya keinginan yang besar agar bisa menyekolahkan anak-anak kami setinggi-tingginya. Namun, kondisi fisik yang lengkap tidak seperti kami yang buta ini”, ujarnya dengan kepala menunduk.

Laporan : Sulfikar
Editor : Redaksi

Terkini