Reporter : Erlin
Editor : Taya
ANDOOLO – Untuk meningkatkan pemahaman pelajar tentang bahaya narkoba, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Konawe Selatan (Konsel) saat ini gencar melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba.
Satuan Binmas dan Satuan Narkotika Polres Konsel tak hingga kini terus mendatangi sejumlah sekolah untuk pembinaan dan penyuluhan tentang narkoba kepada mereka yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA.
Kapolres Konsel, AKBP Dedy Adriyanto mengungkapkan, kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi dan pelajar di Konsel agar mengetahui bahaya narkotika. Kata Dedy, agar berjalan dengan optimal.
BACA JUGA :
- Rumah Warga Dibakar, IPMA Konsel Nilai Kapolres Gagal Total Jaga Keamanan
- Lapangan Futsal Punggaluku Terbengkalai, IPMA Konsel Soroti Dugaan Proyek Gagal Rp200 Juta
- Konflik Angata Memanas, Kadis Kominfo Tegaskan Surat Bupati untuk Redam Situasi
- Diduga Tanpa HGU dan AMDAL, PT Marketindo Selaras Gusur Paksa Warga Angata
- Konsel Baca Buku, Babibu Community Hadirkan Ruang Literasi yang Inklusif
- Wakil Ketua Umum Pobende Wonua Sultra, Muh.Baim: Tekankan Keharmonisan Antar Suku dan Agama
Pihaknya mengajak pihak terkait di lingkungan pendidikan mulai Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, Guru pengajar, dan siswa untuk selalu waspada terhadap ancaman bahaya narkoba sebelum menjadi korban.
“Generasi muda harus benar-benar dibina dan di didik agar tidak mudah menjadi korban penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depannya. Dan hal ini dapat dicapai tentunya dengan kerja sama antar stakeholder terkait,” ungkap Dedy, Minggu (12/5/2019).
Menurut Dedy, saat ini ada dua sekolah yang dikunjungi yakni SMP Negeri 17 Konawe Selatan dan SMA Negeri 23 Konawe selatan.
“Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 07.30 Wita di SMPN 17 Konawe Selatan, yang di ikuti sebanyak 208 siswa, dan dewan guru,” katanya.
Sementara di SMA Negeri 23 Konsel penyuluhan narkoba di ikuti sebanyak 90 siswa dan dewan guru.
Dedy berharap, tingkat penyalahgunaan narkotika di Konsel semakin menurun.
“Makanya kita melakukan pencegahan dini dengan menyasar sejumlah pelajar di sekolah,” tutupnya. (a)











