oleh

Cegah Radikalisme dan Terorisme, FKPT Sultra Gelar Sosialisasi

KENDARI – Untuk mencegah paham radikalisme dan terorisme di Sulawesi Tenggara (Sultra), Badan Nasional Penangulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme ( FKPT) Sultra mengelar sosialisasi pencegahan terorisme dan radikalisme di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (18/10/2018).

Wakil Ketua Dewan Pers, Ahmad Djauhar, mengatakan pengguna media sosial harus pintar dan berhati-hati dalam menyebarkan informasi karena hoaks lebih berbahaya lagi jika sifatnya menghujat.

“Paham radikalisme marak di media sosial sehingga perlu hati-hati untuk memilih sumber informasi,” ungkapnya, Kamis (18/10/2018).

Kegiatan literasi digital sebagai upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di masyarakat yang bertemakan saring sebelum sharing.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Andi Muhammad Toaso, mengatakan literasi digital digelar untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan untuk mencegah terorisme di lingkungan masyarakat.

“Di era serba digital, kita perlu kita waspada terhadap informasi yang ada medsos, karena berdasarkan penelitian 85 persen kelompok radikalisme berawal dari internet,” paparnya.

Disisi lain, Azka Asfarisilmi, dari Founder Geevv.com, sebagai pemateri yang membawakan materi Kreatif Konten Can Be Farm menambahkan konten yang telah di buat diharapkan dapat memotivasi para pengguna medsos untuk melakukan hal-hal positif.

“Tujuan utamanya adalah menjaga toleransi dan keharmonisan masyarakat di indonesia dengan membuat konten-konten positif dan kreatif oleh masyarakat,” bebernya.

Ia menambahkan, paham radikalisme sangat merugikan masayarakat, dimana saat ini radikalisme sudah menjadi hal biasa bukan sesuatu hal yang mengerikan sehingga radikalisme makin merajalela.

“Harapannya kegiatan ini tidak berhenti disini terutama dalam pembuatan konten positif yang bermanfaat bagi pengguna sosmed,” tutupnya. (a)

Reporter : Waty


Terkini