Reporter : Mumun
Editor : Kang Upi
WANGGUDU – Warga Desa Matanggonawe Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), harus bersabar dan ikhlas menerima hasil panen padinya di musim ini menurun.
Hasil tersebut disebabkan tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah itu secara terus menerus di beberapa waktu belakangan, saat menjelang musim panen.
Diungkapkan Kepala Desa Matanggonawe, Limpo, akibat curah hujan yang tinggi, sawah warganya banyak yang terendam air. Bahkan hingga sebanyak empat kali dalam waktu beberapa bulan.
Dengan kondisi tersebut dipastikan, hasil produksi padi untuk musim ini mengalami penurunan, jauh dibanding hasil produksi sebelum datangnya musim hujan.
“Kalau tidak banjir biasanya bisa mencapai 7 ton, paling sekarang kisaran di angka 5 ton saja,” kata Limpo, Selasa (7/5/2019).
Baca Juga :
- Kapal Rakyat Mati Mesin di Perairan Lapuko, Basarnas Kendari Kerahkan Tim Rescue
- LIRA Sultra Desak Kejati Periksa Gubernur ASR Terkait Dugaan Aliran Dana Pilkada dari PT TMS
- Mosi Tidak Percaya! Kasus Mamin Rp 9,2 M Zaman Bupati Kerry di Polres Konawe Mandek, FPKP Desak Kortastipidkor Mabes Polri Ambil Alih
- JIKA GIBRAN TIDAK MEMENUHI SYARAT, APAKAH AKAN BERIMBAS KEPADA PRABOWO?
- Tujuh Tahun Tragedi Randi–Yusuf : Ketika Keadilan Belum Menemukan Titik Terang
- Tambang Nikel PT Kasmar Tiar Raya Telan Korban, M Nawir Dianiaya hingga Kritis di RS Jafar Harun
Menurut Limpo, saat ini luasan sawah yang tergarap 84 hektare dan potensi yang diusulkan untuk penambahan cetak adalah 52 hektare yang lokasinya berada di samping kanan kirim embung.
Dia menambahkan, untuk panen sendiri dilakukan kelompok Tani Desa Matanggonawe melalui bantuan dana BUMDes yang dianggarkan tahun 2017-2018 dan bergulir hingga di tahun 2019. (A)











