Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa berpose bersama dengan Ketua DPRD Sultra, H Abdurrahman Shaleh usai kegiatan penerimaan DIPA 2019 di Hotel Claro Kendari, Jumat (14/12/2018).

Bupati Konawe Pastikan Pembangunan Bendungan Pelosika Dimulai 2019

Redaksi

UNAAHA – Progres pembangunan mega proyek strategi nasional (PSN) Bendungan Pelosika di Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) dipastikan akan mulai dikerjakan pada tahun 2019 mendatang. Hal ini ditegaskan Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa usai menerima DIPA 2019 di Hotel Claro Kendari, Jumat (14/12/2018).

“Program pemerintah pusat ini telah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019. Anggaran pembangunan bendungan pelosika mencapai Rp3,3 triliun, dan dananya sudah siap, jadi pada 2019 pembangunan fisiknya akan mulai dikerjakan,” terang orang nomor satu di Konawe itu.

Dikatakannya, meskipun pembangunan bendungan pelosika ini sempat diwacanakan akan dibatalkan pembangunannya, namun niatan itu dibatalkan, karena mengingat manfaat besar akan berdampak pada pembangunan di Indonesia dan Konawe khususnya. Karena dengan hadirnya bendungan pelosika ini tentunya akan menunjang beberapa sektor di Konawe di antaranya pertanian, perikanan, dan perkebunan bahkan hingga lapangan kerja.

“Untuk merencanakan pembangunan ini, kami akan melakukan koordinasi dengan PU Irigasi untuk mendesain rancangan pembangunan fisiknya. Kita tentunya merasa bersyukur dengan pembangunan bendungan ini, karena pemerintah pusat masih pikirkan kita, dan dengan adanya bendungan ini akan memberikan manfaat besar untuk masyarakat di Konawe,” terang mantan Ketua DPRD Konawe itu.

Untuk diketahui, pada awal kepemimpinan Presiden Jokowi, Kabupaten Konawe masuk dalam 49 titik peta kawasan pembangunan bendungan. Pasca ditetapkan, Kery pada periode pertamanya menjadi Bupati mengaku bangga dengan program pusat tersebut. Kata dia, Bendungan Pelosika yang akan dibangun di Kecamatan Latoma dinilai akan mampu mengendalikan banjir.

Dijelaskannya, bendungan Pelosika ini nantinya akan mampu menyuplai kebutuhan air bagi 20 ribu hektar kawasan pertanian di daerah itu. Sehingga dengan adanya bendungan Pelosika ini, Konawe akan leluasa melakukan pengembangan kawasan pertanian paling produktif sehingga Konawe mampu menjadi lumbung beras nasional.

“Jika kebutuhan air memadai, maka akan menjadi faktor penunjang potensi pertanian kita. Bendungan Pelosika yang akan ditempatkan di Kecamatan Latoma akan mampu mengairi persawahan hingga 20 ribu hektar, bahkan kita juga bisa menyuplai pengairan di kabupaten-kabupaten lainnya,” jelasnya.

Bukan saja menunjang sektor pertanian, tapi juga perikanan, perkebunan, serta bendungan Pelosika ini akan menjadi wisata untuk Konawe. Bahkan bendungan Pelosika ini mampu menghasilkan listrik sehingga Konawe tidak akan tergantung lagi pasokan listrik dari daerah lain.

“Jika ada listrik, disitu pasti ada uang, karena industri pasti masuk. Bahkan mega proyek bendungan Pelosika juga ditarget dapat membuka lapangan kerja di bidang agraria hingga 7 ribu orang,” tandasnya.

Iklan HUT Konawe

error: Content is protected !!