MUNA BARAT

Desa Kampobalano Tetapkan APBDes Ketiga Kalinya

314
×

Desa Kampobalano Tetapkan APBDes Ketiga Kalinya

Sebarkan artikel ini
Kades Kampobalano, Mubar Laode Baena (Kedua dari kiri), Ketua BPD La Rama (kedua dari kanan) saat rapat penetapan APBDes perubahan tahun 2020
Kades Kampobalano, Mubar Laode Baena (Kedua dari kiri), Ketua BPD La Rama (kedua dari kanan) saat rapat penetapan APBDes perubahan tahun 2020 di aula serba guna Desa Kampobalano Kecamatan Sawerigadi, Rabu, 22 Juli 2020.(Foto: Jul Awal/Mediakendari.com).

Reporter : Jul Awal Sanatu

LAWORO – Pemerintah Desa Kampobalano Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat resmi menetapkan anggaran penerimaan dan belanja desa (APBDes) perubahan tahun 2020 sebesar Rp1,3 miliar.

Hal itu dilakukan karena adanya penambahan bantuan langsung tunai (BLT) akibat Covid-19 sampai bulan september mendatang serta pemotongan anggaran oleh pemerintah pusat dan daerah sesuai Peraturan Menteri Keuangan tentang penanggulangan covid-19.

Kepala Desa Kampobalano Laode Baena mengatakan hingga saat ini pihaknya sudah tiga kali melakukan perubahan APBDes ditengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, akibat Covid-19 itu pula semua program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat hampir tidak bisa dilaksanakan.

“Akibat covid-19 ini semua item kegiatan baik pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat itu hampir tidak ada. Yang ada itu hanya pembangunan fisik yakni peningkatan gedung sanggar belajar desa dan pembangunan gedung polindes untuk dusun 2 Soga, itu sisa anggaran dari penanggulangan covid-19,” ungkap Baena saat memberikan sambutan di aula serba guna desa Kampobalano, Rabu, 22 Juni 2020.

Ia menjelaskan anggaran DD sebesar Rp 874 juta lebih untuk BLT dan penanganan covid-19 sebanyak Rp 416 juta lebih.

“DD itu peruntukannya dikurangi setelah ada pemotongan dari pemerintah pusat. Untuk ADD setelah perubahan ini sekitar Rp 427 juta ,” bebernya.

Sementara, Ketua BPD Desa Kampobalano, La Rama mengungkapkan program APBDes Kampobalano hampir semua untuk pembangunan dan pemberdayaan.

“Namun karena adanya Covid-19 ya hampir semua anggaran dialihkan dipenanganan Covid-19 termasuk bantuan untuk masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Ia berharap agar covid-19 ini cepat berlalu sehingga kedepan semua program yang tertunda tahun 2020 bisa kita lanjutkan.

“Semoga tahun depan semua program bisa direalisasikan karena ini menyangkut perbaikan program baik pembangunan maupun pemerintahan,” imbuhnya.

Wakil Ketua BPD Desa Kampobalano Laode Haliane menambahkan program anggaran untuk tahun ini difokuskan kepada penanganan Virus Corona.

“Olehnya itu saya berharap kepada masyarakat agar program pemerintah desa tahun ini perlu dipahami dan didukung karena kita tahu bersama bahwa anggaran itu juga diberikan kepada masyarakat,” tandasnya.

You cannot copy content of this page